Mardiono soal Calon Ketum dari Luar: PPP Partai Kader

Tiga nama mencuat sebagai calon kuat Ketua Umum PPP periode mendatang, yakni Plt Ketum saat ini Muhammad Mardiono, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan tokoh intelektual sekaligus mantan Dubes Azerbaijan, Husnan Bey Fananie.

oleh Tim NewsDiterbitkan 27 September 2025, 10:22 WIB
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono (Foto: Tim Media Gerakan Pemuda Ka'bah).

Liputan6.com, Jakarta- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah bersiap menggelar Muktamar ke-X yang dijadwalkan berlangsung pada 27–29 September 2025 di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Muktamar ini menjadi ajang penting untuk menentukan arah kepemimpinan partai berlambang Kakbah ke depan.

Tiga nama mencuat sebagai calon kuat Ketua Umum PPP periode mendatang, yakni Plt Ketum saat ini Muhammad Mardiono, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan tokoh intelektual sekaligus mantan Dubes Azerbaijan, Husnan Bey Fananie.

Menanggapi mencuatnya nama Agus Suparmanto yang pernah menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Mardiono menegaskan bahwa PPP tetap membuka diri bagi siapa pun yang ingin bergabung, asalkan mengikuti mekanisme partai.

“PPP ini partai kader. Tidak menutup orang lain untuk bergabung, tentu harus ada mekanismenya,” kata Mardiono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/9/2025) malam.

Ingatkan Aturan Main

Dia mengibaratkan sebuah organisasi layaknya rumah yang memiliki aturan main tersendiri bagi siapa pun yang hendak masuk.

"Kalau Anda punya rumah di dalam rumah, ada aturan enggak di dalam rumah itu?" ujarnya.

Dia menekankan bahwa anggota keluarga tentu bebas keluar masuk tanpa perlu izin khusus. Namun, bagi orang luar, ada etika dan ruang terbatas yang harus dihormati.

"Kalau keluarga keluar masuk ya enggak pakai izin lah, namanya juga keluarga, tapi kalau orang lain kemudian masuk, ya itu harus ada santun-santunnya dan terus apa? Ya enggak boleh masuk ke kamar, paling banter ya di ruang tamu," sambungnya.

Dia menegaskan, hubungan kedekatan atau status sebagai 'keluarga' menjadi pembeda utama dalam akses dan perlakuan.

"Masa Anda, orang lain masuk boleh enggak langsung masuk ke kamar tapi kalau keluarga kita, anak kita, ayah kita ibu kita ya boleh langsung masuk ke kamar. Namanya juga keluarga," pungkasnya.

Mardiono Klaim Sudah Kantongi Dukungan 70 Persen Kader

Mardiono mengklaim sudah mengantongi dukungan 70 persen pemilik suara untuk maju sebagai calon Ketum PPP.

"Lebih dari 68 persen ya, 70 persen, ya itu memang sudah mendeklarasikan keinginannya agar nanti Pak Mardiono melanjutkan kepemimpinannya untuk periode tahun 2025-2030. Itu keinginan para kader," kata Mardiono.

Menurutnya, untuk bisa menjadi Ketua Umum PPP harus mendapatkan dukungan dari suara mayoritas.

"Seorang pemimpin PPP itu memang harus dikehendaki oleh yang mayoritas," ujarnya.

Mardiono menegaskan, dirinya tidak membentuk tim sukses. Bahkan, dirinya juga tidak melakukan deklarasi jelang Muktamar.

"Kita lepas, saya juga tidak membentuk tim sukses, saya juga tidak deklarasi. Karena menurut pandangan saya sekali lagi, itu adalah amanah perjuangan yang harus kami jalankan," tegasnya.

"Jadi bukan jabatan, karena kalau jabatan itu seorang pejabat negara, nah itu ya, seperti saya sebagai utusan kusus presiden, nah itu saya adalah jabatan," tambahnya.

Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya