Ketika sedang jatuh cinta, dunia begitu indahnya. Tapi saat patah hati, orang bisa begitu sengsara dan frustasi bahkan ada yang bunuh diri gara-gara patah hati.
Tidak mudah memang menyembuhkan patah hati. Rasa sakit yang begitu dalam bahkan bisa bikin orang tersakiti seumur hidupnya. Makanya ada pepatah jangan berani jatuh cinta kalau tak sanggup patah hati.
Ada beragam cara dilakukan orang ketika patah hati, mulai dari tidak mau berhubungan lagi sampai jadi gila olahraga.
Berikut pengalaman beberapa orang yang pernah patah hati seperti dirangkum liputan6.com, Rabu (19/6/2013):
Putuskan Kontak, Ati (Wanita, 30 Tahun)
Saat patah hati, saya lebih memilih untuk memutuskan semua kontak dengan dia. Ini dapat membuat saya lebih mudah menyembuhkan patah hati. Memang tidak mudah, butuh waktu tidak sebentar untuk prosesnya.
Saya butuh waktu sekitar satu tahun untuk benar-benar menyembuhkan patah hati. Setelah satu tahun dan benar-benar sembuh, akhirnya saya bisa menemukan penggantinya. Dan waktu ketemu lagi dengan mantan rasanya jadi sudah biasa saja.
Makan Banyak Cokelat, Diansyah (Pria, 25 Tahun)
"Makan cokelat yang banyak Iini dapat membantu saya menyembuhkan patah hati. Dengan makan cokelat setidaknya lupa dengan masalah patah hati.
Gila Olahraga, Oyid (Pria, 32 Tahun)
Ketika saya mengalami patah hati, ya melampiaskannya dengan olahraga. Selain lebih bermanfaat untuk kesehatan, patah hati bisa sembuh dengan ini. Futsal dan sepakbola pilihan saya ketika patah hati.
Mencoba ikhlas, Abi (Pria 35 Tahun)
Berbesar hati, jangan lari dari masalah. Hadapi dan sadari kenyataan yang ada. Intinya ketika sudah ikhlas dan bersyukur maka proses penyembuhannya bisa cepat. Itu yang saya lakukan ketika patah hati.
Jalan-jalan, Nurul (30 Tahun)
Waktu patah hati saya harus punya kegiatan, kalau diam di rumah saja saya bisa terus-terusan nangis. Biasanya saya pergi jalan-jalan bisa sendiri atau bareng teman. Kalau pas ada duit saya jalan ke luar kota, kalau tidak ada uang ya jalan-jalan ke mal tapi nggak belanja. Yang penting badan saya harus gerak, kalau diam sedikit saya jadi kepikiran dia terus.
Tulis Diary dan Dengar Lagu, Amel (20 Tahun)
Kalau lagi patah hati saya benar-benar jadi mellow. Pelampiasannya saya bisa nulis panjang lebar di buku diary. Pokoknya nulis tentang semua yang dirasakan. Nulisnya sambil dengar lagu kenangan berdua, saya bisa sampai nangis waktu nulis, tapi saya biarkan saja rasa sedih itu tumpah. Butuh waktu sebulan buat benar-benar merasa plong. Tapi kalau sekarang saya baca lagi diary itu, saya malah ketawa-ketawa, kok bisa ya saya dulu begitu, kok cengeng amat ya, saya jadi geleng-geleng sendiri.
(Mia/Igw/*)
Tidak mudah memang menyembuhkan patah hati. Rasa sakit yang begitu dalam bahkan bisa bikin orang tersakiti seumur hidupnya. Makanya ada pepatah jangan berani jatuh cinta kalau tak sanggup patah hati.
Ada beragam cara dilakukan orang ketika patah hati, mulai dari tidak mau berhubungan lagi sampai jadi gila olahraga.
Berikut pengalaman beberapa orang yang pernah patah hati seperti dirangkum liputan6.com, Rabu (19/6/2013):
Putuskan Kontak, Ati (Wanita, 30 Tahun)
Saat patah hati, saya lebih memilih untuk memutuskan semua kontak dengan dia. Ini dapat membuat saya lebih mudah menyembuhkan patah hati. Memang tidak mudah, butuh waktu tidak sebentar untuk prosesnya.
Saya butuh waktu sekitar satu tahun untuk benar-benar menyembuhkan patah hati. Setelah satu tahun dan benar-benar sembuh, akhirnya saya bisa menemukan penggantinya. Dan waktu ketemu lagi dengan mantan rasanya jadi sudah biasa saja.
Makan Banyak Cokelat, Diansyah (Pria, 25 Tahun)
"Makan cokelat yang banyak Iini dapat membantu saya menyembuhkan patah hati. Dengan makan cokelat setidaknya lupa dengan masalah patah hati.
Gila Olahraga, Oyid (Pria, 32 Tahun)
Ketika saya mengalami patah hati, ya melampiaskannya dengan olahraga. Selain lebih bermanfaat untuk kesehatan, patah hati bisa sembuh dengan ini. Futsal dan sepakbola pilihan saya ketika patah hati.
Mencoba ikhlas, Abi (Pria 35 Tahun)
Berbesar hati, jangan lari dari masalah. Hadapi dan sadari kenyataan yang ada. Intinya ketika sudah ikhlas dan bersyukur maka proses penyembuhannya bisa cepat. Itu yang saya lakukan ketika patah hati.
Jalan-jalan, Nurul (30 Tahun)
Waktu patah hati saya harus punya kegiatan, kalau diam di rumah saja saya bisa terus-terusan nangis. Biasanya saya pergi jalan-jalan bisa sendiri atau bareng teman. Kalau pas ada duit saya jalan ke luar kota, kalau tidak ada uang ya jalan-jalan ke mal tapi nggak belanja. Yang penting badan saya harus gerak, kalau diam sedikit saya jadi kepikiran dia terus.
Tulis Diary dan Dengar Lagu, Amel (20 Tahun)
Kalau lagi patah hati saya benar-benar jadi mellow. Pelampiasannya saya bisa nulis panjang lebar di buku diary. Pokoknya nulis tentang semua yang dirasakan. Nulisnya sambil dengar lagu kenangan berdua, saya bisa sampai nangis waktu nulis, tapi saya biarkan saja rasa sedih itu tumpah. Butuh waktu sebulan buat benar-benar merasa plong. Tapi kalau sekarang saya baca lagi diary itu, saya malah ketawa-ketawa, kok bisa ya saya dulu begitu, kok cengeng amat ya, saya jadi geleng-geleng sendiri.
(Mia/Igw/*)