Startup Rusia Tanam Implan Otak pada Sapi, Klaim Bisa Tingkatkan Produksi Susu

Bagaimana cara kerja implan otak ini dalam meningkatkan produksi susu sapi?

oleh Indra Cahya VanleonDiterbitkan 26 September 2025, 21:30 WIB
Ilustrasi hewan ternak sapi (Istimewa)

Liputan6.com, Moskow Sebuah startup teknologi di Rusia bikin heboh usai menanamkan implan otak ke sapi dengan tujuan meningkatkan produksi susu. Langkah ekstrem ini disebut jadi solusi baru setelah berbagai cara tradisional tak lagi efektif.

Startup bernama Neiry pertama kali mengumumkan niatnya untuk menguji implan otak pada sapi sejak April lalu.

Bulan lalu, tim spesialis mereka melakukan operasi pada lima ekor sapi dengan menanamkan stimulator di bagian belakang kepala yang tersambung ke elektroda hingga masuk ke dalam otak, dikutip dari Oddity Central, Jumat (26/9/2025).

Perangkat ini diharapkan bisa menstimulasi area otak yang mengatur nafsu makan, stres, dan fungsi reproduksi lewat impuls listrik. Uji coba awal dilakukan di wilayah Sverdlovsk, Rusia, dan hasilnya sejauh ini disebut cukup menjanjikan.

Investor Neiry, Alexey Mariza, mengatakan bahwa di banyak peternakan sapi perah, hampir semua cara untuk meningkatkan produksi sudah diterapkan.

"Pendekatan radikal seperti stimulasi otak lewat implan neuro bisa mengubah industri susu secara signifikan dan memberi keuntungan kompetitif yang besar," ujarnya.

 

Hasil Eksperimen

Ilustrasi susu sapi. (Unsplash/SimonSkafar)

Menurut laporan terbaru kantor berita Ria Novosti, lima sapi yang menjalani operasi implan tetap sadar selama proses berlangsung, selamat tanpa efek samping serius, dan bisa kembali ke siklus produksi.

Meski data resmi soal peningkatan susu belum diumumkan, Neiry mengklaim produksi susu sapi yang ditanam implan mengalami peningkatan.

Saat ini, para ilmuwan masih mencari program stimulasi terbaik sesuai kebutuhan. Misalnya, ketika nafsu makan sapi menurun, sistem akan memilih mode neuromodulasi yang sesuai agar bisa pulih.

Neiry mengakui masih ada pekerjaan rumah untuk menyempurnakan perangkat ini, namun mereka optimis produknya sudah cukup baik untuk dijual secara komersial dalam waktu dekat.

Meski begitu, tidak semua pihak terkesan dengan eksperimen ini. Andrey Neduzhko, Direktur Jenderal Steppe Agricultural Holding, menilai implan otak justru membawa risiko yang tidak perlu bagi sapi serta merugikan karena biaya yang sangat mahal.

Namun, pihak Neiry mengklaim sudah menemukan cara memangkas harga produknya, salah satunya dengan melakukan prosedur operasi menggunakan ruang operasi keliling khusus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya