Bukan Cuma Hugo Ekitike, Ini 5 Momen Selebrasi Gol yang Berakhir Tragis

Dari mencetak gol hingga diusir wasit, selebrasi pemain bisa berubah menjadi bencana. Hugo Ekitike baru saja merasakannya di laga Carabao Cup.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 25 September 2025, 16:34 WIB
Nasib sial dialami oleh pemain Liverpool, Hugo Ekitike setelah mencetak gol kemenangan timnya pada laga Carabo Cup 2025 melawan Southampton, Rabu (24/09/2025) dini hari WIB. (AP Photo/PA/Peter Byrne)

Liputan6.com, Jakarta Hugo Ekitike menjadi pahlawan sekaligus “musuh” timnya sendiri saat Liverpool menghadapi Southampton di Carabao Cup. Gol penentu pada menit ke-85 membuatnya bersorak terlalu berlebihan.

Setelah menerima umpan matang dari Federico Chiesa, Ekitike melepas bajunya untuk merayakan golnya di hadapan penonton Anfield. Namun, ia lupa sudah menerima kartu kuning sebelumnya.

Akibatnya, ia menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan lebih cepat. Kini striker asal Prancis itu harus absen saat Liverpool bertandang ke Crystal Palace di Premier League.

Ekitike bukan satu-satunya yang merasakan penyesalan akibat selebrasi. Ada momen-momen lain yang juga berakhir tragis.


1. Steve Morrow (Arsenal)

Arsenal - Ilustrasi Logo Arsenal (Bola.com/Adreanus Titus)

Steve Morrow mengalami salah satu momen paling menyakitkan saat merayakan kemenangan bersama Arsenal. Ia mengalami patah lengan parah setelah mencetak gol kemenangan di final Piala Liga 1993.

Insiden ini terjadi setelah pertandingan berakhir, saat Morrow diangkat ke udara oleh Tony Adams untuk merayakan. Sayangnya, Adams secara tidak sengaja menjatuhkan Morrow ke lapangan Wembley, menyebabkan cedera serius yang hampir merusak sarafnya.

Meski begitu, Morrow berhasil pulih sepenuhnya. Ia tetap mengenang gol itu dengan bangga, dan kini sering bercanda bersama Adams soal kejadian tersebut.


2. Lomano LuaLua (Portsmouth)

Ilustrasi sepak bola (Abdillah/Liputan6.com)

Lomano LuaLua terkenal dengan selebrasi gol akrobatiknya yang unik. Sayangnya, selebrasi tersebut justru membuatnya cedera dalam satu pertandingan.

Insiden terjadi saat Portsmouth bermain imbang 1-1 melawan Arsenal pada 12 April 2006. LuaLua mencetak gol penyama lewat sundulan keras dan langsung melakukan salto, namun mendarat dengan pergelangan kaki terkilir.

Awalnya cedera tidak terasa karena adrenalin, tapi tak lama kemudian LuaLua harus digantikan. Ia mengaku terbawa emosi karena mencetak gol melawan Arsenal, sementara manajer Harry Redknapp memuji keberanian dan keunikannya.


3. Ian Harte (Leeds United)

Ian Harte berhasil membukukan 28 gol dari 238 penampilannya di Liga Inggris. Pemain belakang berkebangsaan Irlandia ini pernah tercatat bermain di Leeds United, Sunderland, dan Reading sebelum ia memutuskan pensiun di tahun 2015. (Foto: AFP/Paul Barker)

Ian Harte dikenal dengan selebrasi knee-slide yang ikonik di masanya. Namun, satu momen justru berakhir kocak akibat insiden setelah selebrasi tersebut.

Saat Leeds United bersinar di era awal 2000-an, mereka mencapai semifinal Liga Champions 2000-01. Di perempat final melawan Deportivo La Coruna, Harte membuka skor lewat tendangan bebas keras pada menit ke-25.

Lanjut Baca:

Ia kemudian berlari ke tiang sudut untuk merayakan gol dengan knee-slide. Sayangnya, saat berdiri untuk merayakan kepada penonton, ia tersandung tiang sudut dan hampir terjatuh.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya