4 Eks Andalan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia yang Kini Tersisih di Era Patrick Kluivert

Timnas Indonesia resmi merilis daftar pemain pilihan Patrick Kluivert untuk menjalani dua laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober mendatang.

oleh Ari Rachman PrayogaDiperbarui 25 September 2025, 12:12 WIB
Pemian Timnas Indonesia, Pratama Arhan mengejar bola saat laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (10/09/2024). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Indonesia resmi merilis daftar pemain pilihan Patrick Kluivert untuk menjalani dua laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober mendatang.

Garuda akan menghadapi tantangan berat di Jeddah. Pertama, berjumpa tuan rumah Arab Saudi pada 9 Oktober 2025, kemudian meladeni Irak tiga hari setelahnya, tepatnya pada 12 Oktober 2025.

Kedua lawan dikenal punya reputasi besar di pentas Asia, sehingga persiapan ekstra menjadi hal yang tak bisa ditawar.

Keputusan mengejutkan diambil Kluivert dengan tidak memanggil Marselino Ferdinan dan Mees Hilgers. Selain itu, beberapa nama yang dulu jadi pilar utama di bawah asuhan Shin Tae-yong juga kembali terpinggirkan.

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.


Pratama Arhan

Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan (tengah), melakukan lemparan bola kedalam saat pertandingan FIFA Matchday 2023 melawan Timnas Argentina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/6/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Arhan tercatat sebagai pemain paling loyal di era Shin Tae-yong. Bek asal Blora itu menorehkan 50 penampilan bersama Timnas, semuanya diraih saat Shin memegang komando. Lemparan ke dalam khas Arhan yang sering jadi senjata Garuda membuatnya begitu spesial.

Sayangnya, sejak Kluivert datang, peran Arhan meredup. Walau sempat masuk daftar skuad di FIFA Matchday Maret dan Juni 2025, ia tak pernah dimainkan. Padahal, fleksibilitasnya di sektor pertahanan seharusnya jadi keuntungan bagi tim.


Asnawi Mangkualam

Selebrasi bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam (tengah) setelah menjebol gawang Vietnam melalui eksekusi penalti pada laga kedua Grup D Piala Asia 2023 di Abdullah Bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Jumat (19/1/2024). (AP Photo/Hussein Sayed)

Kapten kepercayaan Shin Tae-yong ini juga mengalami nasib serupa. Mengoleksi 46 caps, Asnawi pernah jadi tumpuan Garuda. Namun, di bawah Kluivert, menit bermainnya makin minim.

Saat melawan Australia dan Bahrain, ia tidak diturunkan sama sekali, dan saat melawan China maupun Jepang, ia bahkan tidak masuk daftar susunan pemain.

Kondisi serupa juga terlihat di level klub. Bersama Port FC, ia kesulitan mendapatkan tempat reguler. Persaingan di pos bek kanan begitu ketat dengan hadirnya nama-nama seperti Kevin Diks, Sandy Walsh, Eliano Reijnders, dan Yakob Sayuri.


Ivar Jenner

Pemain Timnas Indonesia U-23, Ivar Jenner (tengah) melepaskan tendangan di antara dua pemain Irak U-23 yang menghasilkan gol ke gawang Irak pada laga perebutan tempat ketiga Piala Asia U-23 2024 di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Kamis (2/5/2024). (AFP/Karim Jaafar)

Gelandang muda ini juga harus gigit jari. Jenner yang dulu jadi motor lini tengah era Shin kembali dihantam cedera. Absennya ia di laga Jong Utrecht beberapa waktu lalu mempertegas kondisi fisiknya yang belum fit.

Faktor tersebut membuatnya kembali tak masuk daftar pemain pilihan Kluivert, bahkan sejak agenda FIFA Matchday September lalu.


Rafael Struick

Pemain Timnas Indonesia U-23, Rafael Struick mengontrol bola dalam laga Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 melawan Laos di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (03/09/2025). (Bola.com/Wahyu Pratama)

Nama Struick juga tak terdengar di pemanggilan terbaru. Padahal, di era Shin Tae-yong, striker 22 tahun itu nyaris selalu jadi pilihan utama. Kini, performanya dinilai belum konsisten bersama Dewa United dan dianggap kurang cocok dengan rencana permainan Kluivert.

Sebagai gantinya, sang pelatih memberi kesempatan kepada dua pemain naturalisasi anyar, Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans, yang diharapkan bisa memberikan warna baru sekaligus menambah variasi serangan Garuda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya