Liputan6.com, Jakarta - Toyota Indonesia mencatat pencapaian besar dalam perjalanan panjangnya di industri otomotif Tanah Air. Pada 2025 ini, perusahaan asal Jepang tersebut tengah bersiap menuju angka 3 juta unit ekspor kendaraan utuh alias Completely Built-Up (CBU) ke lebih dari 100 negara.
Capaian tersebut menjadi bukti peran strategis Toyota dalam memperkuat kontribusi ekspor otomotif nasional sekaligus menghadirkan kendaraan dengan teknologi modern, termasuk elektrifikasi.
Advertisement
Kehadiran Toyota di Indonesia berawal dari 1970-an, saat pemerintah mendorong industrialisasi otomotif lokal. Pada 1971, Toyota memperkenalkan model Corolla, lalu memulai aktivitas perakitan kendaraan di dalam negeri pada 1973.
Empat tahun kemudian, lahirlah Kijang generasi pertama melalui program Kendaraan Bermotor Niaga Serbaguna (KBNS), yang sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan kendaraan serbaguna dengan harga terjangkau.
Seiring berjalannya waktu, Toyota memperkuat kapabilitas produksi dengan memproduksi mesin secara lokal pada 1982.
Lompatan besar terjadi pada 1989 ketika perusahaan mulai menjalankan produksi secara menyeluruh (full manufacturing) sekaligus ekspor kendaraan dalam bentuk CKD (Completely Knocked Down).
Hingga 2023, Toyota Indonesia juga telah memproduksi serta mengekspor kendaraan berteknologi hybrid electric vehicle (HEV), mencerminkan kesiapan menghadapi era elektrifikasi.
Dukungan infrastruktur produksi menjadi kunci capaian tersebut. Di Sunter, Toyota memiliki dua fasilitas utama untuk produksi mesin hingga komponen kendaraan.
Sementara itu, di kompleks pabrik Karawang terdapat tiga fasilitas besar dengan kapasitas produksi mencapai ratusan ribu unit per tahun.
Model-model populer seperti Kijang Innova, Fortuner, Yaris Cross, hingga Veloz diproduksi di sana, termasuk varian hybrid yang kini kian diminati pasar global.
Kiprah Ekspor Toyota
Ekspor Toyota Indonesia dimulai pada 1987 lewat Kijang generasi ke-3 ke Brunei Darussalam dan Asia Pasifik.
"Tonggak penting tercipta pada 2004 ketika Indonesia ditetapkan sebagai basis produksi global untuk proyek International Multi-Purpose Vehicle (IMV)," tulis Toyota, dalam keterangannya, Rabu (23/9/2025).
Sejak saat itu, model seperti Kijang Innova dan Fortuner menjadi andalan ekspor, hingga pada 2018 total pengiriman akumulatif menembus 1 juta unit.
Pada 2022, Toyota Indonesia berhasil masuk pasar Australia dengan Fortuner, dan setahun kemudian total ekspor kumulatif mencapai 2,5 juta unit.
Tren positif berlanjut di era elektrifikasi. Sepanjang 2023, ekspor mobil hybrid mencapai 8.792 unit dan melonjak lebih dari dua kali lipat pada 2024 menjadi 18.553 unit, terutama dari Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.
Kini, dengan target 3 juta unit ekspor pada 2025, Toyota Indonesia menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai pemain utama di pasar domestik, tetapi juga kontributor besar dalam rantai pasok otomotif global.