Pidato Prabowo di Sidang PBB: Mari Gunakan Sains untuk Membangkitkan, Bukan Menghancurkan

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa 23 September 2025.

oleh Nanda Perdana PutraDiperbarui 24 September 2025, 14:10 WIB
Presiden Prabowo juga mengungkap keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan di Gaza. Ia menyoroti ribuan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta menyerukan dihentikannya kekerasan terhadap warga sipil. (AP Photo/Yuki Iwamura)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa 23 September 2025. Dalam kesempatan itu, dia mengajak dunia menggunakan ilmu pengetahuan dan sains untuk bangkit bersama, bukan malah saling menghancurkan.

"Mari kita teruskan perjalanan besar kemanusiaan, cita-cita tanpa pamrih yang melahirkan PBB. Mari kita gunakan ilmu pengetahuan untuk membangkitkan, bukan menghancurkan. Mari negara-negara yang sedang bangkit membantu yang lain untuk bangkit," tutur Prabowo.

Harap Jiwa Kenegarawanan Pemimpin Dunia

Dia pun berharap, para pemimpin dunia dapat menunjukkan sikap kenegarawanan, kebijaksanaan, kerendahan hati, serta menahan diri dan mengatasi kebencian hingga rasa saling curiga.

"Saya yakin para pemimpin peradaban besar dunia baik dari Barat, Timur, Utara, Selatan, Amerika, Eropa, India, Tiongkok, dunia Islam akan bangkit menjalankan peran historis mereka. Kami berharap para pemimpin dunia akan menunjukkan kenegarawanan, kebijaksanaan, kerendahan hati, dan menahan diri, mengatasi kebencian dan kecurigaan," jelas dia.

Kekerasan akan Melahirkan Kekerasan

Prabowo turut mengapresiasi negara-negara besar yang memilih berpihak pada sisi sejarah yang benar, jalan keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian. Dia menegaskan, kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan lainnya.

"Tidak ada satu negara pun yang bisa menindas seluruh keluarga manusia. Sejarah telah menunjukkan bahwa penindasan dan ketidakadilan akan menyatukan umat manusia menjadi kekuatan yang cukup besar untuk mengatasinya," Prabowo menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya