Liputan6.com, Jakarta - Jelang Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dinamika politik internal partai menghangat. Hal itu ditandai sejumlah kandidat ketua umum, baik dari kalangan internal maupun eksternal, menunjukkan antusiasme kader untuk membawa PPP lebih maju menuju Pemilu 2029.
Hilman Ismail Metareum, Ketua Umum PP GMPI periode 2010–2021 yang kini juga menjabat Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera Bagian Utara, menilai kepemimpinan Muhamad Mardiono berhasil menjaga soliditas partai. Menurut dia, gaya kepemimpinan Mardiono tidak otoriter. Sebaliknya, Mardiono adalah sosok akomodatif dan dekat dengan kader di semua tingkatan.
Advertisement
“Pak Mardiono tidak pernah menjaga jarak kepada siapapun. Beliau sering menyapa kader dari berbagai daerah, tanpa melihat jabatan di partai,” kata Hilman.
Hilman meyakini, sikap tersebut menciptakan stabilitas yang sangat dibutuhkan PPP di tengah dinamika politik nasional. Terlebih, integritas dan kemampuan manajerial Mardiono menjadi modal penting dalam menakhodai PPP.
"Stabilitas internal dan fokus pada agenda strategis membuktikan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan simbolisme agama, melainkan harus mampu merangkul semua elemen," tegas dia.
Hilman mengatakan, PPP adalah partai berlandaskan Islam. Oleh karena itu, Mardiono diyakini mampu menyeimbangkan nilai-nilai keagamaan dengan strategi politik modern.
"Beliau bisa merangkul ulama, tokoh masyarakat, hingga akar rumput. Ini penting agar marwah partai tetap terjaga,” tegas Hilmam.
Konsolidasi
Hilman mencatat, sejak ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum, Mardiono bergerak cepat melakukan konsolidasi ke wilayah dan cabang di seluruh Indonesia. Langkah itu efektif mendorong peningkatan kinerja partai hingga menghasilkan capaian signifikan dalam Pemilu terakhir.
"Salah satu buktinya terlihat di Aceh, di mana PPP mampu menambah kursi di DPR Kabupaten/Kota. Secara nasional, total suara PPP mencapai lebih dari delapan juta, meskipun belum sepenuhnya terkonversi ke kursi DPR RI karena terbentur ambang batas parlemen," untkap dia.
Hilman memastikan, capaian tersebut tidak lepas dari strategi konsolidasi yang solid dan kepemimpinan akomodatif Mardiono. Keberhasilan itu cukup menjadi bukti bahwa PPP masih dipercaya masyarakat dan punya peluang besar bangkit di Pemilu 2029.
Menjelang Muktamar, Hilman berharap peserta lebih menekankan pada visi, misi, serta program kerja calon ketua umum. Dalam pandangannya, pengalaman dan rekam jejak Mardiono sebagai pemimpin akomodatif patut diperhitungkan sebagai modal besar.
“Pemimpin sejati adalah yang mampu membawa kemaslahatan bagi partai dan umat. Saya yakin, keputusan terbaik akan lahir di Muktamar X demi masa depan PPP yang lebih kuat,” Hilman menandasi.