828 Titik di Jawa Timur Diguyur Beras Murah

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 23 September 2025, 15:55 WIB
828 Titik di Jawa Timur Diguyur Beras Murah
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 828 titik se-Jawa Timur, Selasa (23/9/2025). Program ini menghadirkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga khusus Rp55.000 per kemasan 5 kilogram. Selain beras SPHP, tersedia pula berbagai komoditas lain, di antaranya telur ayam, gula, minyak goreng, serta cabai. Diketahui, Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, terutama beras. Stok beras yang disiagakan untuk kegiatan GPM Serentak di Jatim sebanyak 2.491 ton. Jumlah total penyaluran beras SPHP di Jawa Timur menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi seluruh Indonesia.
Warga membawa beras usai mengantre membeli kebutuhan pokok di salah satu pasar di Surabaya, Jawa Timur pada Selasa 23 September 2025. (Juni KRISWANTO/AFP)
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Perum Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 828 titik se-Jawa Timur, Selasa (23/9/2025). (Juni KRISWANTO/AFP)
Program ini menghadirkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga khusus Rp55.000 per kemasan 5 kilogram. (Juni KRISWANTO/AFP)
Selain beras SPHP, tersedia pula berbagai komoditas lain, di antaranya telur ayam, gula, minyak goreng, serta cabai. (Juni KRISWANTO/AFP)
Meskipun beras menjadi fokus utama, animo masyarakat juga tinggi terhadap komoditas lain yang dijual lebih murah dibanding harga di pasaran. (Juni KRISWANTO/AFP)
Diketahui, Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, terutama beras. (Juni KRISWANTO/AFP)
Stok beras yang disiagakan untuk kegiatan GPM Serentak di Jatim sebanyak 2.491 ton. (Juni KRISWANTO/AFP)
Jumlah total penyaluran beras SPHP di Jawa Timur menjadi yang tertinggi di tingkat provinsi seluruh Indonesia. (Juni KRISWANTO/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya