16 Spesies Serangga Kini Jadi Pilihan Makanan Bergizi dan Ramah Lingkungan di Singapura

Badan Pangan Singapura (SFA) memberikan izin untuk mengonsumsi 16 spesies serangga sebagai sumber makanan bergizi dan berkelanjutan.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 24 September 2025, 13:00 WIB
16 Spesies Serangga Kini Jadi Pilihan Makanan Bergizi dan Ramah Lingkungan di Singapura16 Spesies Serangga Kini Jadi Pilihan Makanan Bergizi dan Ramah Lingkungan di Singapura. (Sumber: Instagram/don_masak)

Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi serangga bukan hal asing bagi sebagian masyarakat Indonesia. Di Gunung Kidul, Yogyakarta, belalang diolah menjadi camilan renyah yang banyak dijajakan di pinggir jalan.

Tak hanya di Indonesia, belum lama ini, konsumsi serangga edible (yang dapat dimakan) muncul sebagai pilihan makanan yang bergizi dan berkelanjutan di Singapura.

Pada 2024, Badan Pangan Singapura (SFA) memberikan izin untuk mengonsumsi 16 spesies serangga, termasuk jangkrik, ulat tepung, ulat sutra, dan belalang. Langkah ini diambil setelah evaluasi keamanan pangan yang ketat.

Lantas, apakah serangga aman untuk dikonsumsi?

“Ya, serangga aman dikonsumsi jika telah disetujui, dibudidayakan, dan diolah sesuai kerangka regulasi serangga SFA dan sesuai dengan peraturan pangan yang berlaku,” mengutip tulisan yang ditinjau ulang ahli diet dari Mount Elizabeth Hospital Singapura, Goh Mei Yan Natalie dan Rachel Tay Su Min.

 Persetujuan terbaru berlaku untuk spesies yang sudah umum dikonsumsi di sebagian wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin, seperti jangkrik, ulat sutra, ulat tepung, dan belalang.

Sama seperti makanan lainnya, penanganan yang tepat dan standar higiene sangat penting.

“Jika Anda alergi terhadap krustasea seperti udang, Anda mungkin juga bereaksi terhadap serangga. Konsultasikan dengan dokter atau bicarakan dengan ahli gizi jika Anda memiliki alergi terhadap makanan laut.”

 

Manfaat Kesehatan Konsumsi Serangga

Serangga memiliki kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan yang mengejutkan, yakni:

  • Tinggi protein: Beberapa spesies serangga, terutama dalam bentuk kering atau bubuk, dapat mengandung protein yang sangat tinggi.
  • Tinggi asam amino esensial: Serangga mengandung hingga sembilan asam amino esensial yang membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.
  • Rendah lemak: Serangga yang dapat dimakan dikenal rendah lemak dan tinggi protein, sejalan dengan prinsip keberlanjutan yang dianjurkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).
  • Menyediakan mikronutrien penting: Banyak spesies serangga yang dapat dimakan menyediakan mikronutrien penting seperti besi, seng, kalsium, magnesium, dan vitamin B12. Lemak mereka umumnya kaya akan asam lemak tak jenuh, termasuk omega-6 dan omega-3 pada beberapa spesies, meskipun tingkatnya bervariasi tergantung pada serangga dan dietnya.
  • Mengandung antioksidan alami: Beberapa serangga mengandung senyawa bermanfaat dengan efek antiinflamasi dan mendukung sistem kekebalan dalam studi awal.
  • Dapat mendukung kesehatan tulang: Beberapa spesies serangga mengandung senyawa antioksidan dan mungkin memiliki sifat mendukung kesehatan tulang dalam studi awal. Namun, sebagian besar penelitian sejauh ini dilakukan pada model laboratorium atau hewan, sehingga diperlukan lebih banyak studi pada manusia sebelum menarik kesimpulan yang pasti.
  • Serat ramah usus: Eksoskeleton serangga mengandung kitin, jenis serat makanan yang mungkin bertindak sebagai prebiotik untuk mendukung kesehatan usus. Meskipun penelitian awal menjanjikan, studi pada manusia masih terbatas.

 

Makan Serangga dan Manfaatnya bagi Lingkungan

Menambahkan serangga ke dalam pola makan harian tak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga baik untuk planet dan keberlanjutan.

Serangga membutuhkan jauh lebih sedikit air, lahan, dan pakan dibandingkan ternak tradisional. Mereka dianggap sebagai sumber makanan hijau yang membantu mengatasi perubahan iklim.

Serangga juga tumbuh dan bereproduksi dengan cepat, sehingga meningkatkan efisiensi pertanian. Di sisi lain, ternak serangga menghasilkan gas rumah kaca lebih sedikit dibandingkan sapi atau babi.

Hampir seluruh bagian serangga dapat dimakan, artinya minim limbah makanan. Budidaya serangga juga dapat dilakukan secara vertikal, sehingga mengurangi penggunaan lahan pertanian.

Di dunia, lebih dari 2 miliar orang mempraktikkan entomofagi (makan serangga). Lebih dari 2.000 spesies serangga dikonsumsi secara rutin, mulai dari Korea Selatan hingga Thailand, Prancis hingga China. Ini termasuk beondegi (camilan ulat sutra tradisional Korea), belalang goreng, dan larva lebah madu yang dikonsumsi di Australia dan Thailand.

Serangga yang diolah dengan benar adalah sumber makanan bergizi dan ramah lingkungan. Dari segi gizi hingga keberlanjutan, serangga yang dapat dimakan menawarkan banyak potensi. Dengan persetujuan regulasi terbaru dan minat yang semakin besar terhadap pola makan berkelanjutan, warga Singapura yang siap mencoba serangga kini dapat menikmati tren makanan yang menarik ini.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya