Sambut Hari Bahasa Isyarat Internasional, Pemkot Palembang Nyalakan Lampu Biru di Jembatan Ampera

Pemkot Palembang akan nyalakan lampu biru di Jembatan Ampera, ini maknanya.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiperbarui 24 September 2025, 08:28 WIB
View Ampera di malam hari bisa dilihat dari Riverside Restaurant.. Instagram.com/@riverside_palembang

Liputan6.com, Jakarta Menyambut Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September 2025, Pemerintah Kota Palembang bakal menyalakan lampu biru di dua ikon kota yakni Jembatan Ampera dan Kambang Iwak.

Penyalaan lampu biru adalah tanda dukungan terhadap Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin). Langkah ini direncanakan akan dilakukan pada 27 September mendatang.

Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuhnya terhadap Gerkatin. Menurutnya, komunitas tuli ini telah menjadi inspirasi bagi banyak pihak.​

"Mereka menjadi inspirasi kita semua dan semoga kehadiran mereka juga bisa ikut menjadikan Palembang Darussalam (tempat yang aman)," ujar Prima Salam, Senin (22/9/2025) mengutip palembang.go.id.

Prima menambahkan, pihaknya juga akan membantu mempromosikan produk UMKM dari anggota Gerkatin, seperti tas rajut, yang akan dipasarkan di sebuah toko di kota Palembang.

​Senada dengan Prima, Ketua DPD Gerkatin Sumsel, Desi Ana Amelia, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan. Desi menyebut bahwa dukungan dari Prima Salam sangat membantu dan menginspirasi.

​Rangkaian acara yang akan diselenggarakan Gerkatin meliputi peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBII) pada 28 September, yang akan diisi dengan pawai dan sosialisasi bahasa isyarat. Selain itu, Gerkatin juga akan mengadakan Musyawarah Cabang (Muscab) pada 25 Oktober mendatang.

 

 

Lampu Biru Sebagai Simbol Solidaritas

Sambut Hari Bahasa Isyarat Internasional, Pemkot Palembang Nyalakan Lampu Biru di Jembatan Ampera. Foto: Freepik.

​Pemerintah Kota Palembang juga turut mendukung Pekan Tuli Internasional yang diperingati secara global dari 22 hingga 28 September. Dukungan ini diwujudkan dengan menyalakan lampu biru sebagai simbol solidaritas.

​Saat ini, anggota Gerkatin di Palembang berjumlah lebih dari 300 orang, dengan 175 di antaranya berada di Sumatera Selatan. Sekitar 200 anggota diperkirakan akan hadir dalam acara HBII di Rumah Dinas Walikota.

​Meskipun demikian, masih ada tantangan yang dihadapi oleh komunitas tuli, terutama terkait akses pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Desi berharap dukungan dari pemerintah dapat terus bertambah, khususnya dalam menyediakan akses kerja dan pendidikan yang lebih luas.​

"Alhamdulillah, akses untuk kerja ada, tapi sangat sedikit sekali. Semoga bisa bertambah," kata Desi.

 

Sejarah Hari Bahasa Isyarat Internasional

Hari Bahasa Isyarat Internasional diperingati setiap 23 September atau tepat hari ini.

Peringatan hari ini ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa alias The United Nations General Assembly. Hari ini diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahasa isyarat dalam mewujudkan hak asasi penyandang tuli secara menyeluruh.

Hari Bahasa Isyarat Internasional pertama diperingati pada 2018. Dilatarbelakangi kesadaran akan pentingnya pendidikan bahasa isyarat bagi perkembangan anak tuli.

“Resolusi ini mengakui pentingnya melindungi bahasa isyarat sebagai bagian dari keragaman bahasa dan budaya. Resolusi ini juga menekankan prinsip ‘nothing about us without us’ dalam kerja sama dengan komunitas tuli,” mengutip nationaldayreview.com, Selasa (23/9/2025).

Dilihat dari sejarahnya, Federasi Tuna Rungu Dunia (The World Federation of the Deaf/WFD) mengusulkan untuk memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional. Kemudian, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan deklarasi peringatan pada tanggal 19 Desember 2017.

WFD adalah organisasi internasional yang terdiri dari 135 asosiasi tuli nasional. WFD mewakili sekitar 72 juta tuli dari seluruh dunia. WFD didirikan pada 23 September 1951. Oleh karena itu, tanggal 23 September dipilih sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional.

Tema Hari Bahasa Isyarat Internasional 2025 sama dengan tema Pekan Tuli Internasional 22-28 September 2025 yakni “No Human Rights Without Sign Language Rights.”

 

Cara Rayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional

Ada beberapa cara untuk merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional, termasuk:

Pelajari Bahasa Isyarat

Mempelajari bahasa isyarat adalah salah satu cara terbaik untuk memperingati hari ini. Ada beberapa sumber daya daring yang sangat baik yang dapat membantu dalam mengenal bahasa isyarat.

Belajar menyambut teman tuli dengan bahasa isyarat dapat memberikan dampak yang sangat besar.

Meningkatkan Kesadaran soal Tuli

Meningkatkan kesadaran adalah cara lain untuk memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional. Banyak orang tidak tahu banyak bahasa isyarat.

Mereka juga tidak tahu berapa banyak orang di dunia yang bergantung pada bahasa isyarat.

Kampanye Bahasa Isyarat

Ada banyak cara untuk berpartisipasi, mulai dari penjualan kue hingga mensponsori kompetisi. Kegiatan merupakan cara yang sangat baik untuk menyebarkan informasi tentang bahasa isyarat.

Memanfaatkan media sosial juga dapat menjadi salah satu cara untuk membangkitkan minat terhadap kegiatan kampanye bahasa isyarat.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya