Demi Adam Suseno, Inul Daratista Tetap Masak Sendiri Meski Pulang Larut Malam

Inul Daratista mengaku sebagai penyuka ikan dan ia kerap memasakkan Adam Suseno, suaminya, menu gurame asam manis.

oleh Sabrina Aulia PutriDiterbitkan 25 September 2025, 06:00 WIB
Inul Daratista melakukan demo masak dalam acara Press Conference Royco di Jakarta, 22 September 2025. (dok. Liputan6.com/Sabrina Aulia Putri)

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Inul Daratista, memasak adalah kewajiban ibu rumah tangga dan jadi cara mengekspresikan perhatian pada keluarga, khususnya suaminya, Adam Suseno. Ia memastikan hidangan selalu tersedia, bahkan ketika pulang larut malam.

Menu yang disiapkan tidak hanya sederhana, melainkan lengkap dan bergizi, termasuk beragam seafood, mulai dari lobster, udang, hingga ikan impor. "Kalau aku masaknya tuh nggak bisa sedikit. Buat Mas Adam, aku biasanya masak semuanya," katanya di Jakarta, Senin, 22 September 2025.

Bukan hanya soal jumlah, tapi juga kualitas dan cita rasa yang selalu diperhatikan. Ia menyiapkan bumbu dan rempah secara matang sehingga setiap hidangan sesuai selera keluarga.

Chef Firhan, private chef Inul, menuturkan bagaimana ia menyaksikan dedikasi tersebut. "Bahkan mau jadi juri dulu, tahu lah bunda kalau jadi juri, sudah dandan, glamor, tapi dia sebelum glamor tuh nyiapin dulu buat Om Adam kayak masak-masakannya."

Menyiapkan Masakan Sebelum Aktivitas

Inul Daratista dan Chef Firhan Ashari melakukan demo masak dalam acara Press Conference Royco di Jakarta, 22 September 2025. (dok. Liputan6.com/Sabrina Aulia Putri)

Rutinitas memasak tidak hanya berhenti pada menyiapkan hidangan, tapi juga memastikan dapur tetap bersih. Firhan menambahkan, "Pulang show, pasti tetap bersih-bersih. Sumpah aku sampe kayak, 'Wow ini diva, lho, tapi cuci piring, lho.'" 

Inul berkata, "Aku itu kalau masak semuanya ngerjain, jadi sampai warnanya hitam-hitam kayak gini nih," sambil menunjukkan bekas luka melepuh di tangannya akibat terkena minyak panas saat masak.

Sejak kecil, Inul terbiasa mengonsumsi ikan karena rumahnya dekat pasar tradisional, sehingga akses untuk membeli bahan makanan segar mudah. Kebiasaan ini berlanjut hingga dewasa, ketika ia menyiapkan hidangan untuk keluarga. "Tadi sebelum berangkat (bahkan) sempat makan ikan kembung, jadi memang dari kecil sudah hobi," bebernya.

 

Kebiasaan Makan Ikan Keluarga Inul

Inul Daratista dan Chef Firhan Ashari melakukan demo masak dalam acara Press Conference Royco di Jakarta, 22 September 2025. (dok. Liputan6.com/Sabrina Aulia Putri)

Inul menekankan gizi ikan sebagai sumber nutrisi penting. "Ikan gizinya tinggi, kandungan nutrisinya lebih banyak dibanding daging." Dengan latar belakang ini, ia selalu memastikan hidangan yang ia masak bergizi dan disukai seluruh anggota keluarga.

Selera pribadinya juga tercermin dalam pilihan menu. "Kalau saya sendiri, sukanya ikan kembung, tongkol, cuek, sampai palumara," ujarnya. Ia juga menuturkan bahwa menu favorit suaminya adalah ikan gurame asam manis yang dimasak olehnya.

Berdasarkan data Susenas BPS yang diolah Ditjen PDSPKP KKP, konsumsi ikan masyarakat Indonesia tertimbang pada 2024 sebesar 25,31 kg/kapita (setara utuh segar), dengan lima provinsi tertinggi yaitu Papua Barat Daya (43,70), Sulawesi Tenggara (43,38), Sulawesi Utara (42,95), Kalimantan Utara (40,69), dan Kepulauan Bangka Belitung (40,05). Sementara, preferensi konsumen tertinggi pada komoditas Tuna, Cakalang dan Tongkol (TCT), lele, tilapia, kembung, dan bandeng. 

Inovasi untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan Masyarakat Indonesia

Inul Daratista dan Chef Firhan Ashari melakukan demo masak dalam acara Press Conference Royco di Jakarta, 22 September 2025. (dok. Liputan6.com/Sabrina Aulia Putri)

Minat mengonsumsi ikan juga terlihat dari data bahwa "Ikan Goreng" tercatat sebagai salah satu menu favorit masyarakat sehari-hari, yaitu di posisi ketiga dalam riset Menu Check Study oleh Kantar.

"Kami melihat bahwa minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan sangat menjanjikan, namun di lapangan masih ditemukan berbagai tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan tingginya kandungan gizi pada ikan, pola konsumsi masyarakat masih mengandalkan sumber protein hewani lainnya, masih ada anggapan ikan identik dengan rasa amis, berbagai mitos yang menyudutkan konsumsi ikan, dan asumsi ribet dalam mengolahnya, sehingga agak kurang diminati," kata Tri Aris Wibowo, Direktur Pengolahan, Ditjen PDSPKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP).

Untuk itu, Royco perdana merilis varian kaldu ikan agar bisa mengolah ikan dengan lebih variatif. Produk itu mengandung asam jawa yang membantu mengurangi rasa amis tanpa menghilangkan rasa asli dari ikan.

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya