Pekan Tuli Internasional 2025 Angkat Tema Pentingnya Bahasa Isyarat

Menurut The World Federation of the Deaf, tema pekan tuli tahun ini adalah “No Human Rights Without Sign Language Rights.”

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 22 September 2025, 15:30 WIB
Pekan Tuli Internasional 2025 yang Jatuh 22-28 September 2025 Usung Tema yang Tekankan Pentingnya Bahasa Isyarat. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta Pekan Tuli Internasional alias International Week of Deaf People 2025 jatuh pada 22 hingga 28 September.

Menurut The World Federation of the Deaf, tema pekan tuli tahun ini adalah No Human Rights Without Sign Language Rights atau Tidak Ada Hak Asasi Manusia Tanpa Hak Bahasa Isyarat.

Pada 2021, Majelis Umum Federasi Tuli Dunia ke-16 membuat keputusan yang bijaksana untuk mengganti nama acara tersebut dari International Week of the Deaf menjadi International Week of Deaf People di mana penggantian “the Deaf” menjadi “Deaf People” dinilai lebih halus.

“Perubahan ini menekankan kesadaran yang mengutamakan individu sekaligus menghormati identitas budaya yang dianut banyak orang di komunitas tuli,” mengutip signlanguage101

Pekan Tuli Internasional menjadi momen untuk kembali mengingat kembali tantangan para penyandang tuli.

Orang yang dapat mendengar tak pernah membayangkan beberapa situasi yang dialami teman tuli. Misalnya, saat dilarikan ke unit gawat darurat karena krisis medis, tetapi dokter dan perawat berbicara dalam bahasa yang tidak dapat dipahami karena tak dapat didengar. Atau ketika mencoba menjalani wawancara kerja, di mana bahasa utama yang digunakan tidak dapat dipahami.

Bagi banyak individu tuli, ini bukanlah situasi hipotetis—ini adalah kenyataan sehari-hari ketika hak bahasa isyarat tidak dilindungi.

 

Bahasa Isyarat adalah Gerbang Tuli ke Berbagai Haknya

Tema tahun ini, yang dipilih oleh Federasi Tuli Dunia, menyoroti bagaimana akses bahasa berfungsi sebagai pintu gerbang menuju hampir semua hak asasi manusia.

Tanpa kemampuan berkomunikasi dalam bahasa alami, seseorang tak dapat berpartisipasi penuh dalam pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, atau kehidupan bermasyarakat.

Pekan Tuli Internasional tidak lahir dari rapat komite atau inisiatif perusahaan. Pekan ini muncul pada tahun 1958 dari Federasi Tuli Sedunia, sebuah organisasi yang didirikan hanya tujuh tahun sebelumnya oleh para advokat tuli yang memahami bahwa solidaritas global dapat memperkuat suara mereka dengan cara yang tidak dapat dicapai oleh upaya individu.

 

Minggu Terakhir di Bulan September

Perayaan Pekan Tuli Internasional yang selalu dihelat di minggu terakhir bulan September merupakan tanda penghormatan pada tanggal berdirinya Federasi Tuna Rungu Sedunia yakni 23 September 1951.

Apa yang dimulai sebagai gerakan akar rumput telah berkembang menjadi upaya global yang terkoordinasi, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi mengakui 23 September sebagai Hari Bahasa Isyarat Internasional pada tahun 2017.

Ketika Majelis Umum PBB mendeklarasikan hari resmi ini, mereka tidak hanya menambahkan satu tanggal lagi ke dalam kalender internasional. Mereka mengakui bahwa bahasa isyarat mewakili sistem komunikasi yang lengkap dan canggih yang layak mendapatkan penghormatan dan perlindungan yang sama seperti bahasa lisan.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya