Gerhana Matahari Parsial: Waktu dan Cara Menyaksikannya

Sayangnya, fenomena astronomi ini tak melintasi langit Indonesia.

oleh Lia HarahapDiperbarui 21 September 2025, 15:41 WIB
Gerhana matahari parsial terlihat di atas Gateway Arch, Missouri, Senin (21/8). Gerhana Matahari Total tahun ini membuat gelap sebagian wilayah Amerika Serikat yang dilintasi oleh bayangan Bulan. (AP Photo/Jeff Roberson)

Liputan6.com, Jakarta Gerhana Matahari sebagian atau parsial akan terjadi hari ini, 21 September 2025. Fenomena astronomi ini terjadi ketika Bulan berada di antara matahari dan bumi, tetapi tidak sepenuhnya menutupi permukaan matahari. Akibatnya, cahaya Matahari hanya terhalangi sebagian dan menyebabkan bayangan parsial di permukaan bumi. Apakah fenomena astronomi ini bisa dilihat di langit Indonesia?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan peristiwa ini tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Peristiwa langka ini tidak melintasi kawasan Asia Tenggara, sehingga masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikannya.

Beberapa Negara Bisa Lihat Gerhana Matahari Parsial

Sementara itu, di beberapa negara di belahan bumi Selatan, bisa menyaksikan fenomena tersebut.

Dikutip dari Antara, Minggu (21/9/2025), berikut ini daftar negara yang bisa lihat Gerhana Matahari parsial 21 September:

1. American Samoa

2. Antartika (sebagian wilayah)

3. Australia bagian timur

4. Fiji

5. Kepulauan Cook

6. Kiribati

7. New Caledonia

8. Niue

9. Norfolk Island

10. Polinesia Prancis

11. Samoa

12. Selandia Baru

13. Tokelau

14. Tonga

15. Tuvalu

16. Vanuatu

17. Wallis dan Futuna

Waktu Kemunculan Gerhana Matahari parsial

BMKG merilis waktu terjadinya gerhana menggunakan Universal Time (UTC). Apabila dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB) akan bertambah +7 jam. Ini rinciannya adalah sebagai berikut:

- Awal gerhana: 17.29 UTC (00.29 WIB, 22 September 2025)

- Puncak gerhana: 19.41 UTC (02.41 WIB, 22 September 2025)

- Akhir gerhana: 21.53 UTC (04.53 WIB, 22 September 2025)

Bagi masyarakat di Indonesia yang ingin melihat fenomena langka ini bisa menyaksikan siaran langsung (live streaming) yang biasanya disediakan oleh platform internasional seperti Time and Date, NASA TV, maupun sejumlah observatorium luar negeri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya