Emiten SGRO Akan Lepas Kepemilikan Saham di National Sago Prima

PT Sampoerna Bio Fuels (SBF) dan PT Sungai Menang (SM) akan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya pada National Sago Prima.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 September 2025, 06:00 WIB
Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (9/9/2021). IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 42,2 poin atau 0,7 persen ke posisi 6.068,22 dipicu aksi beli oleh investor asing. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) melalui anak usahanya PT Sampoerna Bio Fuels dan PT Sungai Menang melepas saham di PT National Sago Prima (NSP).

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (22/9/2025), PT Sampoerna Bio Fuels (SBF) dan PT Sungai Menang (SM) akan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya pada NSP yang mewakiliki 100% dari modal ditempatkan dan disetor pada NSP.

Kepemilikan saham SBF pada NSP adalah 2.829.700 saham yang mewakili 99,65% dari modal ditempatkan dan disetor pada NSP. Sedangkan kepemilikan saham SM pada NSP adalah 9.800 saham yang mewakili 0,35% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada NSP.

Adapun SBF dan SM merupakan entitas anak dari SGRO dengan kepemilikan SGRO di kedua entitas anak sebesar 99,99%.

“Rencana pengalihan saham SBF dan SM pada National Sago Prima tidak menimbulkan dampak terhadap kinerja operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Corporate Secretary PT Sampoerna Agro Tbk, Eris Ariaman dalam keterbukaan informasi BEI.

 

Sesuai Ketentuan

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun rencana pengalihan saham SBF dan SM pada NSP akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada penutupan eprdagangan Jumat, 19 September 2025, harga saham SGRO turun 1,46% ke posisi Rp 4.710 per saham. Harga saham SGRO dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 4.790 per saham. Harga saham SGRO berada di level tertinggi Rp 4.870 dan terendah Rp 4.650 per saham. Total frekuensi perdagangan 769 kali dengan volume perdagangan 14.312 saham. Nilai transaksi Rp 6,8 miliar.

Buyback Saham

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan industri turunannya, mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham senilai maksimal Rp450 miliar. 

Langkah ini diambil seiring dengan kondisi pasar modal yang berfluktuasi secara signifikan, dan bertujuan menjaga stabilitas nilai saham serta memperkuat kepercayaan investor.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/4/2025) buyback akan dilakukan dalam periode 9 April hingga 8 Juli 2025 melalui perdagangan di BEI dengan menunjuk PT Bahana Sekuritas sebagai perantara pedagang efek.

Direksi Perseroan menjelaskan aksi korporasi ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan nilai intrinsik perusahaan. Selain itu, buyback juga ditujukan untuk mengoptimalkan struktur permodalan dan memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal jangka panjang.

Dana untuk pelaksanaan buyback akan berasal dari kas internal perseroan, tanpa menggunakan dana hasil IPO maupun pinjaman.

 

Tak Berdampak ke Keuangan

Orang-orang berdiri di samping layar yang menampilkan angka-angka perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Rabu 10 September 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Perseroan menegaskan bahwa aksi ini tidak akan berdampak signifikan terhadap operasional, keuangan, maupun kegiatan investasi perusahaan.

Berdasarkan proyeksi keuangan, setelah buyback dilaksanakan, laba per saham dasar diperkirakan meningkat dari Rp412 menjadi Rp465, menunjukkan potensi nilai tambah bagi pemegang saham.

Langkah strategis ini dilakukan berdasarkan ketentuan POJK No. 13/2023 dan Surat Edaran OJK No. S-17/D.04/2025 yang mengatur pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi tajam.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya