Rights Issue, Emiten CSIS Bakal Terbitkan 1,04 Miliar Saham

Selain menerbitkan saham, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) juga merilis waran.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 September 2025, 11:39 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) akan menggelar Penanaman Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Perseroan akan menerbitkan saham maksimal 1,04 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dalam rangka rights issue. Jumlah saham yang dilepas ke publik itu maksimal 44,44% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah rights issue.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (21/9/2025), bersamaan dengan rights issue, Perseroan juga menerbitkan waran maksimal 104,56 juta waran seri I. Waran itu setara 4,26% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Sementara itu, dana hasil rights issue CSIS antara lain dipakai untuk pembangunan infrastruktur di Kawasan Industri Cikembar sebesar Rp 93 miliar. Selain itu, sekitar Rp 10 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Bukit Penenjoan dan sekitar Rp 7 miliar untuk pembangunan gudang di kawasan industri Sentul yang dapat dijual dan disewakan.

“Sisanya akan digunakan untuk pembebasan lahan menambah landbank di sekitar kawasan industri Cikembar,” demikian seperti dikutip.

 

Dana Hasil Penerbitan Waran

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sedangkan dana hasil pelaksanaan waran seri I akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.

Bagi pemegang saham yang tidak membeli saham dalam rights issue ini akan mengalami dilusi kepemilikan saham sebesar 44,44% setelah pelaksanaan rights issue dan waran seri I.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 19 September 2025, harga saham CSIS naik 34,56% ke posisi Rp 183 per saham. Harga saham CSIS di level tertinggi Rp 183 dan terendah Rp 138 per saham.

Rencana Rights Issue

Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2020). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,34% ke level 5.014,08 pada pembukaan perdagangan sesi I, Senin (8/6). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS), perusahaan bergerak di bidang usaha konstruksi dan industri furniture akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue maksimal 3,921 miliar saham.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (5/12/2024), PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk juga menerbitkan maksimal 392,10 juta waran. Perseroan menggelar rights issue untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan sehingga memberikan tambahan dana untuk mendukung kinerja dan pendapatan Perseroan.

“Perseroan berencana menggunakan seluruh dana bersih yang diperoleh dari rights issue untuk belanja modal, modal kerja, dan pertumbuhan serta pengembangan usaha Perseroan hingga anak perusahaan serta entitas asosiasi,” demikian seperti dikutip.

 

Gelar RUPSLB

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Adapun jika pemegang saham Perseroan tidak melaksanakan rights issue yang dimiliki olehnya dalam rights issue, kepemilikan pemegang saham Perseroan tersebut akan terkena dilusi maksimal 75 persen dari jumlah kepemilikan saham di Perseroan.

Untuk menggelar rights issue ini, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Januari 2025.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Desember 2024, harga saham CSIS melonjak 9,68 persen ke posisi Rp 68 per saham. Harga saham CSIS dibuka naik ke posisi Rp 68 per saham. Harga saham CSIS berada di level tertinggi dan terendah Rp 68 per saham. Total frekuensi perdagangan 113 kali dengan volume perdagangan 30.366 saham. Nilai transaksi sekitar Rp 306,5 juta.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya