Tekanan di Manchester United Meningkat, Sir Jim Ratcliffe Temui Amorim di Tengah Batas Waktu Pemecatan

Ruben Amorim berada di bawah tekanan yang semakin meningkat di Manchester United setelah hanya mengumpulkan empat poin dari pertandingan pembuka mereka.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 19 September 2025, 15:00 WIB
Sir Jim Ratcliffe (tengah) sendiri merupakan miliarder Inggris yang lahir di Failsworth, Manchester. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil dirinya memang merupakan penggemear MU. (AFP/Valery Hache)

Liputan6.com, Jakarta - Sir Jim Ratcliffe dilaporkan akan segera berunding dengan Ruben Amorim setelah Manchester United menjalani awal musim 25/26 yang buruk. Manajer MU itu, kini tengah dalam tekanan menyusul kekalahan telak 0-3 dari rival sekota, Manchester City, akhir pekan lalu.

MU saat ini berada di peringkat ke-14 klasemen Liga Inggris, setelah hanya mengumpulkan empat poin dari pertandingan pembuka mereka. Sebelumnya, Setan Merah tersingkir dari Piala Carabao di babak kedua oleh klub League Two, Grimsby Town.

Di tengah rumor bahwa Amorim kemungkinan akan dipecat, United masih belum memberikan keputusan. Namun, menurut The Mirror, Amorim kini memiliki tiga pertandingan untuk menyelamatkan pekerjaannya.

Dikabarkan bahwa meskipun mereka tetap berkomitmen kepada pelatih asal Portugal tersebut, klub akan 'menilai situasi dan arah tim setelah tiga pertandingan berikutnya'.

Selain itu, The Athletic melaporkan bahwa salah satu pemilik United, Ratcliffe, terbang ke tempat latihan klub pada hari Kamis untuk mengadakan pembicaraan dengan Amorim.


Pemain Senior Mulai Tak Percaya Strataegi Amorim

Ekspresi Ruben Amorim usai laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

"Sir Jim Ratcliffe terbang ke Carrington dengan helikopter hari ini untuk serangkaian pertemuan yang direncanakan, termasuk dengan Ruben Amorim," kata jurnalis Laurie Whitwell. "Performa tim ada dalam agenda, tetapi Ratcliffe ingin menyelesaikan masalah dengan Amorim."

Sejak menggantikan Erik ten Hag 10 bulan lalu, Amorim hanya memenangkan delapan dari 31 pertandingan liga yang dipimpinnya. Karenanya, diyakini bahwa Amorim mulai kehilangan kepercayaan dari beberapa pemain senior dalam skuad.


Ruben Amorim Takkan Mengubah Sistemnya

Aksi Tijjani Reijnders dibayangi Bruno Fernandes dalam laga Manchester City vs Manchester United di Premier League 2025/2026, Minggu (14/9/2025). (AP Photo/Dave Thompson)

Berbicara setelah kekalahan melawan City, Amorim bersikeras bahwa ia tidak akan mengubah sistemnya. "Ada banyak hal yang tidak Anda ketahui apa yang terjadi selama beberapa bulan ini, tetapi saya menerimanya.

"Tetapi saya tidak akan berubah. Ketika saya ingin mengubah filosofi saya, saya akan berubah. Jika tidak, Anda harus mengubah orangnya."

Pemain-pemain seperti Oliver Glasner, Gareth Southgate, Marco Silva dan Andoni Iraola termasuk di antara favorit untuk mengambil alih Old Trafford jika United memutuskan untuk berpisah dengan Amorim.


Kekurangan Paling Menonjol di Manchester United

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, saat pertandingan melawan Fulham di pekan kedua Premier League 2025/2026 di Craven Cottage, Minggu (24/8/2025) malam WIB. Laga tersebut berakhri imbang 1-1. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Kelemahan paling mencolok United musim ini ada di lini tengah. Amorim terlalu kaku dengan formasi 3-4-3, menempatkan Bruno Fernandes berduet dengan Casemiro atau Manuel Ugarte. Kombinasi ini tidak bekerja dan justru membatasi kreativitas Fernandes.

Bruno adalah motor serangan United. Ia kesulitan jika dipaksa lebih banyak bertahan. Sementara itu, Casemiro mulai kehilangan mobilitas, dan Ugarte belum tampil konsisten.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya