Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang bermimpi menjadi bos bagi dirinya sendiri karena membayangkan kebebasan dalam mengatur waktu kerja , membuat keputusan, dan merintis bisnis sesuai impian. Namun, kenyataannya tidak melupakan hal itu. Untuk mencapainya, dibutuhkan perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan.
Dikutip dari CNBC, jumat (19/8/2025), faktanya, banyak pengusaha yang hanya bekerja lebih dari 40 jam per minggu, harus mencari modal, membangun jaringan pelanggan, menemukan keunggulan kompetitif, hingga memastikan bisnis yang dijalankan mampu memberikan penghasilan yang memadai.
Advertisement
Berdasarkan survei informal yang dilakukan CNBC Make It melalui Instagram pada 2 September 2025, para pengikut ditanya tentang hal yang paling menghalangi mereka memulai bisnis. Jawaban yang paling banyak muncul adalah masalah keterbatasan keuangan, rasa takut gagal, serta minimnya pengetahuan bisnis.
Menurut Brian Moran, seorang pakar pemasaran dan UMKM dengan pengalaman lebih dari 10 tahun mendampingi pemilik usaha, hambatan-hambatan tersebut adalah hal yang wajar.
Namun, ia menekankan bahwa hambatan itu tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti mencoba. Dengan strategi yang matang dan persiapan yang tepat, peluang untuk berwirausaha tetap terbuka lebar.
1. Jangan Tunda Bisnis Hanya karena Modal!
Banyak orang ragu memulai bisnis karena merasa harus punya tabungan puluhan juta rupiah. Padahal, terus menunggu hingga target modal tercapai justru bisa membuat impian berbisnis tidak pernah terwujud.
Sebenarnya, Anda bisa mulai dengan cara yang lebih realistis. Pertama, hitung biaya hidup bulanan Anda, mulai dari tempat tinggal, makanan, tagihan, hingga asuransi. Lalu, jadikan jumlah tersebut sebagai target tabungan darurat. Idealnya, Anda memiliki dana untuk enam bulan, namun jika terlalu berat, mulailah dengan target dua atau tiga bulan terlebih dahulu.
Untuk menguji ide bisnis tanpa risiko besar, Anda bisa memulainya sebagai pekerjaan sampingan di malam hari atau akhir pekan. Cara ini efektif untuk melihat apakah bisnis tersebut benar-benar bisa menghasilkan sebelum Anda memutuskan untuk keluar dari pekerjaan tetap.
Jika kendala utama adalah modal awal, pertimbangkan bisnis berbasis layanan. Bisnis seperti konsultasi atau desain grafis biasanya membutuhkan modal yang jauh lebih kecil dibandingkan bisnis produk. Anda juga bisa memanfaatkan keahlian yang sudah Anda miliki, seperti yang ditegaskan oleh miliarder Mark Cuban. Dengan begitu, Anda bisa langsung memulai tanpa harus menunggu modal besar.
2. Jangan Takut Memulai: Bangun Fondasi Bisnis yang Kuat
Banyak orang ragu memulai bisnis karena merasa harus menguasai semuanya. Padahal, Anda tidak perlu tahu segalanya untuk memulai. Namun, punya fondasi yang kuat sangat penting agar bisnis bisa bertahan dan sukses dalam jangka panjang.
Menurut Moran, sebelum Anda berhenti dari pekerjaan utama, ciptakan struktur bisnis yang kokoh. Ini dimulai dari kejelasan tentang apa yang Anda tawarkan: siapa target pelanggan Anda, masalah apa yang ingin Anda selesaikan, dan mengapa mereka harus memilih Anda. Jika Anda tidak bisa menjelaskan hal-hal ini dengan sederhana, artinya Anda belum siap.
Selain itu, bangunlah hubungan baik dengan calon pelanggan untuk benar-benar memahami kebutuhan mereka. Setelah itu, sesuaikan produk atau layanan Anda agar sesuai dengan keinginan mereka.
Tidak hanya itu, jalinlah hubungan dengan orang-orang yang sudah sukses di bidang yang Anda minati. Seorang mentor bisa sangat membantu mempercepat proses belajar Anda. Anda dapat menemukan mentor melalui jaringan pertemanan atau bahkan dengan mengirimkan email singkat berisi pertanyaan spesifik kepada pengusaha yang Anda kagumi.
3. Kegagalan Bukan Akhir, Tapi Bagian dari Proses Bisnis
Kegagalan sering terasa menakutkan, bahkan bisa menghancurkan reputasi dan keuangan dalam dunia bisnis. Namun, kegagalan adalah bagian tak terhindarkan dalam hidup. Oleh karena itu, memiliki ketahanan mental menjadi kunci utama bagi setiap pengusaha.
Banyak pebisnis sukses, termasuk tokoh besar seperti Bill Gates dan Jeff Bezos, pernah merasakan jatuh bangun sebelum mencapai puncak kesuksesan. Menurut Barbara Corcoran, cara terbaik untuk menghadapi rasa takut akan kegagalan adalah dengan berani mencoba ide-ide yang justru membuat Anda merasa takut.
"Rasa takut membuat keputusan yang salah atau merasa tidak cukup tahu untuk memulai bisa diatasi jika Anda berani," ujar Corcoran. Ia menegaskan, rasa takut adalah musuh terbesar bagi seorang pengusaha.
Meskipun rasa takut mungkin tidak bisa hilang sepenuhnya, Anda bisa belajar mengendalikannya agar tidak memengaruhi pilihan atau kemampuan dalam mengambil keputusan. Moran menambahkan, persiapan yang matang akan membuat Anda lebih siap menghadapi tantangan saat memulai usaha. "Gairah bisa membuat bisnis berdiri, tapi persiapanlah yang akan membuatnya bertahan," tegasnya.