Demo Ojol di Jakarta Hari Ini Rabu 17 September 2025, Ada Driver Tetap Pilih Narik Ketimbang Off Bid

Aksi unjuk rasa dari pengemudi ojek online (ojol) dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (17/9/2025).

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 17 September 2025, 12:08 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan menegaskan bahwa kenaikan tarif ojek online (ojol) atau daring sebesar 8 hingga 15 persen belum jadi keputusan final. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Aksi unjuk rasa dari pengemudi ojek online (ojol) dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (17/9/2025). Menurut Yudha, selaku perwakilan dari kelompok ojol Garda Indonesia akan ada 5.000 orang yang terlibat aksi.

Pantauan di sejumlah ruas jalan Jakarta, sampai pukul 11.00 WIB, Rabu (17/9/2025) masih banyak pengemudi ojol atau driver yang narik.

Awak redaksi Liputan6.com pun juga mencoba melakukan order pada pukul 09.00 WIB dan pukul 10.00 WIB tidak mendapat kesulitan. Orderan diterima oleh driver ojol.

Berbincang dengan beberapa driver, memang tidak semua driver akan off bid dan ikut aksi hari ini. Salah satunya, Aris yang mengaku tetap akan narik karena menjadi sumber penghasilan utama sehari-hari.

"Kalau hari ini tidak narik, nanti tidak makan, pendapatan saya hanya dari narik," ujar Aris saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (17/9/2025).

Walau tidak ikut aksi, Aris memastikan tetap menghormati perjuangan teman-teman lain yang mengawal aspirasi kelompok driver.

"Tetap saya dukung, semoga aspirasi kami bisa diterima," harap dia.

Senada dengan Aris, driver ojol lain bernama Tendi mengatakan masih melihat situasi. Kalau sekiranya bisa mungkin dia akan ikut.

"Kalau sekarang saya narik dulu, nanti siangan mungkin ikut tapi lihat situasi dulu," jelas Tendi.

Tendi menilai, ikut tidaknya driver dalam aksi unjuk rada dikembalikan lagi ke masing-masing individunya. Dia berharap, kepada masing-masing pihak bisa saling menghormati.

"Kita saling ngerti aja, kalau ada yang tidak ikut jangan harus dipaksa-paksa, jadi masing-masing," tutur Tendi.

 

Demo Ojek Online 17 September 2025 dari DPR, Kemenhub hingga Istana Bawa 7 Tuntutan

Pengemudi ojek online (ojol) memenuhi bahu jalan saat menunggu penumpang di kawasan Cililitan, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Pemprov DKI Jakarta telah melarang ojol dan ojek pangkalan berkumpul lebih dari lima orang serta menjaga jarak sepeda motor minimal dua meter. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyampaikan, gerakan massa ojol akan menyuarakan aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto Rabu 17 September 2025.

Raden mengatakan, salah satu tuntutan adalah pencopotan Menteri Perhubungan atau Menhub Dudy Purwaghandi yang bertepatan pada Peringatan Hari Perhubungan Nasional merupakan suatu anomali pada bidang perhubungan di Indonesia.

"Hari Perhubungan Nasional yang seharusnya dapat menjadi suatu kebanggaan kemajuan Indonesia pada bidang perhubungan akan menjadi saat yang tepat bagi Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menyuarakan bahwa terjadi kemunduran Kementerian Perhubungan semenjak Dudy Purwaghandi diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Menteri Perhubungan," ujar Raden melalui keterangan pers diterima, Selasa (16/9/2025).

Raden meminta publik menilai bersama prestasi konkret dari Menteri Perhubungan yang menjabat saat ini terhadap bangsa dan rakyat Indonesia secara umum.

Khususnya, kata dia, bagi ekosistem transportasi online yang dinilai berperan seperti pengusaha dan bukan menteri yang seharusnya menjadi pembantu Presiden untuk melayani rakyat Indonesia pada bidang perhubungan.

"Menteri Perhubungan lebih memilih mendukung perusahaan-perusahaan aplikasi transportasi online bahkan perusahaan-perusahaan transportasi online berhasil membuat Menteri Perhubungan menjadi juru bicara para pebisnis tersebut untuk menolak aspirasi rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai ojek online," ucap Raden.

 

Bawa 7 Tuntutan

Pengemudi ojek online (ojol) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2/2020). Aksi demo ratusan sopir ojek online dipicu karena ada usulan anggota DPR yang ingin ojek online tidak mengangkut penumpang, melainkan hanya mengangkut barang. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Raden menegaskan, atas alasan tersebut maka Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama gabungan aliansi, komunitas-komunitas ojek online, mahasiswa dari BEM UI dan aliansi-aliansi mahasiswa lainnya akan melakukan aksi unjuk rasa akbar dimulai dari Kementerian Perhubungan lalu ke Istana Presiden dan berakhir aksi unjuk rasa di DPR RI.

"Tuntutan utama aksi ojol R2, driver online R4 dan kurir online pada Rabu, 17 September 2025 adalah "Potongan Aplikator 10% dan Copot Menteri Perhubungan," beber Raden.

Diketahui, berikut tujuh tuntutan yang akan disuarakan kelompok pengemudi ojek online pada aksi yang dinamakan 179:

1. RUU Transportasi Online agar masuk pada Prolegnas 2025-2026.

2. Potongan Aplikator 10% Harga Mati.

3. Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan.

4. Audit Investigatif potongan 5% yang telah diambil oleh aplikator.

5. Hapus Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar dll.

6. Copot Menteri Perhubungan

7. Kapolri Usut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025.

Sebagai imbauan dari aksi unjuk rasa besok, kelompok pengunjuk rasa menyarankan warga Jakarta untuk memilih moda transportasi alternatif pada Rabu 17 September 2025.

Sebab, sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas pergerakan aksi demontrasi ojek online ke Kemenhub, Istana, dan DPR RI.

Infografis Kronologi Warga Demo Bupati Pati Berujung Ricuh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya