Kasus Barcelona vs Timnas Spanyol: Risiko Cedera Bintang Muda dari Ansu Fati, Pedri, Hingga Lamine Yamal

Hansi Flick murka ke Federasi Spanyol usai Lamine Yamal cedera. Ia menyinggung kasus Pedri, Ansu Fati, dan Gavi sebagai peringatan untuk Barcelona.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 16 September 2025, 19:52 WIB
Selebrasi Lamine Yamal dalam laga pramusim FC Seoul vs Barcelona, Kamis (31/7/2025). (AP Photo/Ahn Young-joon)

Liputan6.com, Jakarta Barcelona meraih kemenangan telak 6-0 atas Valencia di Estadi Johan Cruyff, namun sorotan justru tertuju pada absennya Lamine Yamal. Pemain muda andalan Barca itu mengalami cedera setelah tampil untuk timnas Spanyol.

Hansi Flick, pelatih Barcelona, meluapkan amarahnya kepada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). Ia menilai Yamal dipaksakan bermain meski kondisinya tidak fit dan bahkan harus menggunakan obat pereda nyeri.

Kemarahan Flick bukan tanpa alasan. Ia khawatir kasus Yamal akan mengulang sejarah buruk cedera pemain muda Barcelona seperti Pedri, Ansu Fati, dan Gavi yang kariernya terganggu akibat beban fisik berlebih.


Flick vs Federasi Spanyol

Pemain depan Spanyol bernomor punggung 19, Lamine Yamal (tengah), berebut bola dengan pemain bertahan Belanda bernomor punggung 05, Jorrel Hato (kanan), selama pertandingan leg pertama perempat final UEFA Nations League antara Belanda dan Spanyol di stadion De Kuip di Rotterdam, pada tanggal 20 Maret 2025. (NICOLAS TUCAT/AFP)

Dalam konferensi pers sebelum laga, Flick menegaskan Yamal sudah bergabung dengan Spanyol dalam kondisi tidak sepenuhnya bugar. Meski begitu, ia tetap dimainkan dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia.

“Saya sangat sedih dengan ini. Spanyol punya tim terbaik di dunia, dengan pemain terbaik di setiap posisi. Tapi ketika bicara soal melindungi pemain muda, inilah contohnya. Ini bukan perlindungan,” kata Flick.

Dari pihak RFEF, mereka mengaku terkejut dengan tudingan Flick. Menurut mereka, Barcelona tidak pernah melaporkan kondisi Yamal saat pemanggilan, berbeda dengan laporan medis yang mereka terima soal Fabian Ruiz atau Yeremy Pino.


Pelajaran dari Pedri dan Ansu Fati

Tahun ini, Golden Boy disabet oleh Pedri. Ia berhasil meraih total 318 poin mengungguli Jude Bellingham dari Borussia Dortmund. Pemain 18 tahun tersebut berhasil tampil menawan bersama Barcelona dan Timnas Spanyol saat Olimpiade 2020 mapun Euro 2020. (AFP/Jose Jordan)

Kekhawatiran Flick berakar dari pengalaman pahit Barcelona sebelumnya. Pedri pernah menjalani 73 laga pada musim 2020-2021 di usia 18 tahun, lalu tiga musim berikutnya ia melewatkan 85 pertandingan akibat masalah otot.

Kasus Ansu Fati juga menjadi peringatan besar. Cedera meniskus di usia 18 tahun membuatnya absen panjang, dan pemulihan yang terburu-buru justru berujung pada cedera hamstring. Hingga kini, Fati belum kembali ke performa terbaiknya.

Flick melihat pola yang sama berpotensi terulang pada Yamal. Ia menegaskan tidak akan mengambil risiko yang bisa mengorbankan karier panjang pemain mudanya hanya demi laga jangka pendek.


Situasi Terkini Yamal dan Gavi

Barcelona menyebut cedera Yamal sebagai masalah pada pangkal paha, berbeda dengan laporan Spanyol yang menyebut sakit punggung bawah. Meski berbeda istilah, sumber klub menyatakan itu adalah permasalahan yang sama.

Absennya Yamal membuatnya diragukan tampil pada laga Liga Champions melawan Newcastle United. Flick menegaskan ia tidak akan memaksa sang wonderkid untuk segera kembali ke lapangan.

Selain Yamal, Barcelona juga harus mencermati kondisi Gavi. Gelandang 21 tahun itu kembali bermasalah dengan lutut setelah pulih dari cedera ligamen pada 2023. Ia kini dipantau ketat oleh tim medis, bahkan opsi operasi masih terbuka jika rasa sakit terus berlanjut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya