Pengaruh Basque dalam Skuad Arsenal Saat Ini

Arsenal akan menghadapi Athletic Bilbao pada laga Liga Champions yang sarat sejarah. Laga ini membuka kesempatan untuk menilik lebih jauh bagaimana Basque membentuk identitas tim Mikel Arteta.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 16 September 2025, 18:59 WIB
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menyapa suporter pada lanjutan Premier League antara Arsenal vs Newcastle di Emirates, 18 Mei 2025. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Liputan6.com, Jakarta Arsenal akan menghadapi Athletic Bilbao pada laga Liga Champions yang sarat sejarah, Selasa (16/9/2025) malam WIB. Pertemuan ini menjadi yang pertama secara kompetitif antara kedua tim besar tersebut.

Sebelumnya, Arsenal sukses menang 3-0 atas Athletic Bilbao dalam ajang Emirates Cup bulan lalu. Laga itu juga menjadi momen Victor Gyokeres mencetak gol perdana untuk The Gunners.

Uniknya, Arsenal belum pernah berhadapan dengan klub asal Basque di laga resmi sebelumnya. Itu termasuk Real Sociedad dan Alaves, yang juga berasal dari wilayah tersebut.

Pertandingan ini pun akan menjadi malam bersejarah bagi Arsenal. Selain itu, laga ini membuka kesempatan untuk menilik lebih jauh bagaimana Basque membentuk identitas tim Mikel Arteta.


Basque, Fondasi Filosofi Mikel Arteta

Mikel Arteta. Pelatih Arsenal asal Spanyol yang kini berusia 40 tahun ini menjadi pelatih termuda di Liga Inggris musim 2022/2023. Ia mulai menangani Arsenal pada 22 Desember 2019 menggantikan posisi pelatih caretaker Arsenal saat itu, Freddie Ljungberg. Sebelumnya Mikel Arteta menjadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City sejak 3 Juli 2016. Hingga 8 laga pada musim 2022/2023 ini Arsenal dibawanya menduduki puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 21 poin dari hasil 7 kali menang dan 1 kali kalah. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Mikel Arteta lahir dan besar di San Sebastian, salah satu kota penting di Basque. Sejak kecil ia menimba ilmu di Antiguoko, akademi amatir yang terkenal melahirkan banyak pelatih dan pemain top.

Dari akademi tersebut juga lahir nama besar seperti Xabi Alonso, Andoni Iraola, dan Julen Lopetegui. Arteta kerap menekankan bahwa nilai kebersamaan dan disiplin ditanamkan sejak masa kecilnya di sana.

Kecintaannya terhadap Antiguoko begitu mendalam. Saat masih remaja di Barcelona, ia bahkan meminta perlengkapan latihan untuk dikirim ke klub masa kecilnya ketika menandatangani kontrak sponsor sepatu.


Nilai Basque dalam Gaya Kepelatihan Arteta

Pelatih Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta, terlihat selama pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal di stadion Parc des Princes di Paris, Kamis dini hari WIB (8-5-2025). (Thomas SAMSON/AFP)

Basque dikenal dengan penekanan pada kecerdasan taktik, teknik mumpuni, dan identitas kolektif. Semua itu kini terlihat jelas dalam cara Arteta membangun Arsenal.

Fokus pada pengembangan pemain muda menjadi bagian penting dari identitas Basque. Hal ini sejalan dengan munculnya talenta muda seperti Ethan Nwaneri, Myles Lewis-Skelly, dan Max Dowman di skuad utama Arsenal.

Meski karier profesional Arteta di Basque singkat, hanya 15 penampilan bersama Real Sociedad, pengaruhnya tetap kuat. Seperti sahabatnya, Xabi Alonso, Arteta kemudian menemukan kejayaan di Inggris.


Warisan Basque di Skuad Arsenal

Gelandang Arsenal asal Spanyol #23, Mikel Merino, merayakan gol keduanya dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Leicester City dan Arsenal di Stadion King Power di Leicester, Inggris bagian tengah pada tanggal 15 Februari 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Dalam beberapa tahun terakhir, Arteta juga menambahkan sentuhan Basque melalui rekrutmen pemain. Mikel Merino menjadi contoh nyata, berkembang di Sociedad sebagai gelandang serbabisa dengan visi dan determinasi tinggi.

Martin Zubimendi juga hadir sebagai produk Sociedad yang dikenal tenang dan cerdas dalam posisi bertahan. Sementara itu, Martin Odegaard sempat dipinjamkan ke Sociedad sebelum menjadi kapten Arsenal.

Identitas Basque kini semakin melekat dalam permainan Arsenal. Saat menghadapi Athletic Bilbao, filosofi itu tampak seperti pertemuan jati diri antara asal dan tujuan.


Persaingan Sengit di Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya