Bayern Munchen vs Chelsea: The Blues Kembali ke Stadion yang Menyimpan Kenangan Manis

Bayern Munchen dan Chelsea akan memulai perjalanan mereka di Liga Champions 2025/2026.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 16 September 2025, 16:05 WIB
Para punggawa Chelsea mengangkat trofi liga champions tahun 2012 di Allianz Arena. (AFP)

Liputan6.com, Jakarta Bayern Munchen dan Chelsea akan memulai perjalanan mereka di Liga Champions 2025/2026. Kedua tim berjumpa pada matchday 1 fase liga di Allianz Arena, Kamis, 18 September 2025, pukul 02.00 WIB. Ini adalah pertemuan dua klub dengan sejarah panjang di kompetisi Eropa.

Chelsea kembali ke stadion yang menyimpan kenangan manis. Di tempat inilah mereka meraih trofi Liga Champions pertama pada 2012 usai menaklukkan Bayern lewat adu penalti. Kini, The Blues datang dengan ambisi baru setelah kembali ke Liga Champions usai tiga tahun absen.

Bagi Bayern, laga ini adalah momentum menjaga tradisi kuat mereka di kandang. Die Roten hampir tak tersentuh di fase grup, apalagi saat tampil di Munich. Statistik mereka menunjukkan dominasi atas tim-tim Inggris, tapi Chelsea juga membawa rekor tangguh melawan klub Jerman.


Sejarah Panjang dan Pertemuan Sengit

Reaksi kecewa para pemain Bayern Munchen setelah ditaklukkan Chelsea pada laga final Liga Champions 2011/2012 di Fussball Arena, Munich (19/5/2012). Pada laga tersebut Bayern Munchen kalah 3-4 dalam adu penalti, setelah hingga babak perpanjangan waktu usai skor sama kuat 1-1. (AFP/Odd Andersen)

Pertemuan Bayern vs Chelsea selalu menghadirkan drama. Final 2012 menjadi momen paling ikonik, ketika Chelsea menang adu penalti 4-3 setelah imbang 1-1 di waktu normal. Itu adalah malam bersejarah yang mengubah status The Blues di Eropa.

Keduanya terakhir kali bertemu pada babak 16 besar musim 2019/20. Bayern tampil perkasa dengan kemenangan 3-0 di London dan 4-1 di Munich, sebelum akhirnya menjuarai Liga Champions musim tersebut.

Uniknya, duel kali ini adalah yang pertama di fase awal. Sebelumnya, kedua tim selalu bertemu di babak knockout atau final. Tensi pertandingan diyakini tetap tinggi meski baru di awal musim.


Bayern dan Konsistensi di Liga Champions

Pencetak gol Bayern Munchen, Harry Kane (kiri), bersama rekan-rekannya merayakan gol kelima tim mereka dalam laga Bundesliga Jerman melawan Hamburger SV di Munich, Jerman, Sabtu, 13 September 2025. (Sven Hoppe/dpa via AP)

Bayern adalah langganan tetap Liga Champions sejak 2008/09 dan selalu lolos fase gugur. Musim lalu, mereka finis peringkat ke-12 di fase liga, mengalahkan Celtic dan Bayer Leverkusen sebelum tersingkir oleh Inter di perempat final.

Ada catatan menakjubkan yang jadi modal Bayern: mereka selalu menang di laga pembuka dalam 21 musim terakhir, dengan 18 kali clean sheet. Terakhir kali Bayern kalah di laga pertama terjadi pada September 2002.

Selain itu, Bayern nyaris tak tersentuh di kandang. Mereka tidak terkalahkan dalam 34 laga fase grup di Munich sejak 2013, dengan catatan 32 kemenangan dan hanya 2 imbang. Hampir mustahil juga menghentikan mesin gol mereka karena Bayern mencetak gol di 54 dari 56 laga terakhir Liga Champions di Allianz Arena.

Lanjut Baca:

Chelsea datang dengan identitas baru di bawah Enzo Maresca. Setelah menjuarai UEFA Conference League 2024/25 dengan kemenangan 4-1 atas Real Betis, The Blues kembali ke Liga Champions, menandai partisipasi ke-20 mereka. The Blues punya rekor impresif di fase grup. Mereka hanya kalah dua kali dari 23 laga terakhir (15 menang, 6 imbang), dan bahkan memenangkan sepuluh laga terakhir mereka di fase grup/liga kompetisi Eropa. Modal lainnya adalah catatan positif melawan tim Bundesliga. Chelsea memenangi tujuh dari sebelas laga terakhir melawan klub Jerman, hanya kalah dua kali. Meski bermain tandang, mereka jelas bukan tim yang bisa diremehkan. Menariknya, ada hubungan spesial antara kedua tim di musim ini. Nicolas Jackson, striker Chelsea, dipinjamkan ke Bayern pada 1 September lalu. Ia bisa saja langsung bertemu mantan rekan setimnya di matchday pembuka ini. Sumber: UEFA.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya