Saham Naik 4%, Alphabet Tembus Kapitalisasi Pasar USD 3,05 Triliun

Tantangan terbaru Alphabet adalah meningkatnya persaingan akibat kemajuan kecerdasan buatan (AI), bersamaan dengan tekanan regulator yang ketat di AS dan Eropa.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 16 September 2025, 13:50 WIB
Ilustrasi seorang pedagang efek tengah bekerja di lantai Bursa Efek New York atau Wall Street, Selasa, 8 Juli 2025. (Foto: AP/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta Alphabet yang merupakan induk usaha Google kini menjadi perusahaan keempat yang mencapai kapitalisasi pasar sebesar USD 3 triliun. Saham raksasa mesin pencari tersebut naik lebih dari 4% pada Senin, 15 September 2025 menempatkannya bersama Nvidia, Microsoft, dan Apple. Perusahaan menutup perdagangan hari itu dengan kapitalisasi pasar USD 3,05 triliun.

Melansir dari CNBC International, Selasa (16/9/2025), saham Alphabet mengalami lonjakan signifikan pada awal September setelah putusan antimonopoli oleh hakim yang hukumannya lebih ringan dari kekhawatiran para pemegang saham.

Departemen Kehakiman AS sebelumnya meminta Google untuk melepas peramban Chrome, dan tahun lalu pengadilan distrik memutuskan bahwa perusahaan itu memegang monopoli ilegal dalam pencarian dan periklanan terkait. Saham Alphabet kini telah naik lebih dari 30% sepanjang tahun ini, sementara Nasdaq mencatat kenaikan 15%.

Pencapaian USD 3 triliun ini datang sekitar 20 tahun setelah IPO Google dan lebih dari 10 tahun sejak Alphabet didirikan sebagai perusahaan induk, dengan Google sebagai anak perusahaan utamanya.

Sundar Pichai diangkat sebagai CEO Alphabet pada 2019, menggantikan salah satu pendiri, Larry Page. Tantangan terbarunya adalah meningkatnya persaingan akibat kemajuan kecerdasan buatan (AI), bersamaan dengan tekanan regulator yang ketat di AS dan Eropa.

Kebangkitan Perplexity dan OpenAI turut membantu Google meraih putusan antimonopoli yang menguntungkan baru-baru ini. Harapan Alphabet untuk memperkuat posisinya dalam bidang kecerdasan buatan sangat bergantung pada Gemini, rangkaian model AI andalan Google.

 

Apple dan Google Jajaki Integrasi Gemini untuk 'Otak Baru' Siri

Integrasi Apple Intelligence ke Perangkat Apple (Dok: Apple)

Sebelumnya, Apple rumornya sedang menjajaki kerja sama dengan Google untuk menggunakan Gemini AI sebagai 'otak baru' bagi asisten virtual Siri.

Mengutip laporan Bloomberg via Mashable, Senin (25/8/2025), pembaruan besar Siri dijadwalkan meluncur pada 2026.

Disebutkan, asisten virtual besutan Apple ini akan mendapatkan dukungan Large Language Model (LLM) khusus disebut-sebut berbasis pada chatbot milik Google.

Sebenarnya, rumor kolaborasi ini sebenarnya sudah mencuat di internet sejak Juni 2024, ketika Apple memperkenalkan Apple Intelligence.

Disebutkan, Apple sudah pendekatan (PDKT) ke Alphabet Inc., induk perusahaan Google dengan uji coba tahap awal sudah berjalan di server milik Apple.

 

OpenAI

Selain Gemini, raksasa teknologi ini juga sempat mempertimbangkan untuk bermitra dengan OpenAI (ChatGPT) dan Anthropic (Claude).

Secara internal, perusahaan telah menimbang kelebihan dan kekurangan LLM buatan sendiri (dijuluki Linwood) dengan model eksternal (disebut Glenwood).

Sayangnya, hingga saat ini Apple maupun Google belum mengonfirmasi kabar kerja sama mereka. Akan tetapi, sinyal integrasi Gemini ke dalam Siri semakin kuat.2 dari 5 halaman  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya