PLN Ajak Single Mom Belajar Membatik, Dorong Kemandirian Ekonomi

PLN UID Jakarta Raya bersama Rumah Batik Palbatu adakan pelatihan membatik untuk komunitas Single Mom’s Indonesia, dorong kreativitas sekaligus peluang usaha.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 16 September 2025, 14:10 WIB
Budi Harry, Pendiri Rumah Batik Palbatu, membuka sesi pelatihan dengan edukasi dasar membatik. Para ibu dari komunitas Single Mom’s Indonesia (SMI) menyimak dengan penuh semangat. (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya melalui Hub UMK Jakarta Raya berkolaborasi dengan mitra binaannya, Rumah Batik Palbatu, menggelar kegiatan belajar membatik bertajuk “Create Your Legacy in Batik: Kolaborasi Karya Membatik Bareng”.

Acara ini diikuti dengan antusias oleh anggota komunitas Single Mom’s Indonesia (SMI) yang berkesempatan belajar langsung dari pengrajin batik Palbatu.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman kreatif sekaligus membuka wawasan baru bagi para peserta, agar mampu menghasilkan karya bernilai seni sekaligus berpotensi menjadi peluang usaha. Peserta diajak menuangkan ide dalam motif batik khas Jakarta serta memahami proses panjang di balik setiap karya batik.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk nyata dukungan PLN dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi para peserta. PLN UID Jakarta Raya melalui Hub UMK Jakarta Raya akan terus mendampingi UMKM dan komunitas agar semakin mandiri dan berdaya saing,” ujar Andy dalam keterangan tertulis, Selasa (16/9/2025).

 

Melestarikan Budaya

Dengan ketelatenan seorang mentor, Budi Harry menunjukkan teknik melukis motif batik menggunakan malam. Para peserta antusias merekam dan menyerap ilmu, membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

Pelatihan membatik digelar dalam beberapa sesi, mulai dari tahap dasar hingga peserta mampu menghasilkan karya batik siap jual.

Pendiri Rumah Batik Palbatu sekaligus mentor kegiatan, Budi Harry, juga mengapresiasi semangat peserta

.“Membatik bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga melestarikan budaya sekaligus membuka jalan bagi peluang ekonomi baru. Saya bangga melihat semangat para ibu dari komunitas SMI, semoga ilmu yang diperoleh bisa menjadi bekal kemandirian mereka,” ungkap Harry.

Salah satu peserta dari komunitas SMI, Icha, turut menyampaikan rasa syukur.

“Selain menambah ilmu dan pengalaman, kegiatan ini membuka wawasan bahwa membatik bisa menjadi peluang usaha nyata untuk membantu perekonomian keluarga,” ujarnya antusias.

 

Kemandirian Ekonomi

Program kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi para ibu tunggal, memperkuat jejaring UMKM binaan, sekaligus melestarikan warisan budaya batik.

PLN UID Jakarta Raya bersama Hub UMK Jakarta Raya berkomitmen terus menghadirkan program pemberdayaan UMKM yang kolaboratif dan berkelanjutan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya