Ngadu soal Wasit ke FIFA, Presiden LaLiga Malah Salahkan Real Madrid

Pemain Real Madrid secara kontroversial diusir keluar lapangan pada menit ke-33, dan membuat Los Blancos harus berjuang dengan sepuluh pemain sepanjang sisa pertandingan.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 17 September 2025, 20:00 WIB
Gelandang Real Madrid asal Uruguay Federico Valverde (kiri) merayakan gol bersama gelandang Real Madrid asal Prancis Eduardo Camavinga (tengah) dan gelandang Real Madrid asal Turki Arda Guler setelah mencetak gol pertama mereka selama pertandingan sepak bola liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Athletic Club Bilbao di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, pada 20 April 2025.OSCAR DEL POZO / AFP

Liputan6.com, Jakarta - Kekecewaan tengah dirasakan Real Madrid menyusul keputusan wasit yang dinilai sangat merugikan timn. Ini terjadi saat mereka menghadapi Real Sociedad pada laga lanjutan LaLiga, Sabtu (13/9/2025) lalu.

Meski mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Real Sociedad dan mempertahankan rekor 100 persen di liga domestik, Real Madrid kembali merasa kesal oleh serangkaian kesalahan wasit yang terus-menerus.

Dalam pertandingan melawan Sociedad, bek kunci Dean Huijsen secara kontroversial diusir keluar lapangan pada menit ke-33, daan membuat Real Madrid harus berjuang dengan sepuluh pemain sepanjang sisa pertandingan.

Hal ini menyebabkan frustrasi yang mendalam dari kubu Real Madrid, yang langsung melancarkan protes kepada FIFA, menunjukkan kesalahan wasit terhadap Los Blancos.

Terkait kejadian itu, Presiden LaLiga Javier Tebas sempat ditanya tentang kartu merah Huijsen dan apakah kartu itu sah atau tidak? "Saya tidak akan memberikan pendapat saya. Seharusnya tidak ada intervensi," katanya.


Beralih ke Model Football Video Support

Gavi dari Barcelona, kanan, berebut bola dengan pemain Real Madrid Dani Carvajal pada pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey Spanyol antara Real Madrid dan Barcelona di stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, Kamis, 2 Maret 2023. (AP Foto/Bernat Armangue)

"Saya yakin mereka akan menjelaskannya. Saya punya pendapat sebagai penggemar. Kita harus beralih ke model FVS (Football Video Support) Primera RFEF. Pelatih seharusnya memimpin pertandingan. Bukan ruang VAR," ujarnya.

Tebas kemudian menyatakan penggunaan model yang sama dalam pertandingan LaLiga, dan mendesak para pemangku kepentingan untuk mempertimbangkan proposal tersebut.

"Kita belum lama di sini, ini adalah uji coba global yang sedang dilakukan. Ini akan mengurangi kontroversi. Jarang dibicarakan, tetapi perlu dipertimbangkan. Saya ingin orang-orang mempertimbangkan apakah sistem ini dapat diterapkan dalam kompetisi profesional."


Javier Tebas Malah Salahkan Real Madrid

Dean Huijsen dari Real Madrid (kiri) menyundul bola lebih dulu dari pemain Mallorca, Vedat Muriqi, dalam laga La Liga antara Real Madrid dan Mallorca di Madrid, Sabtu, 30 Agustus 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Tebas kemudian berbicara tentang laporan wasit, yang rencananya akan dikirimkan Real Madrid ke FIFA. Namun, dia malah menyalahkan klub karena telah merusak reputasi kompetisi tersebut.

"Seperti yang mereka katakan, laporan ini mencakup semua wasit Spanyol, jadi akan mencakup semua klub. Jika hanya mencakup Madrid dan Barcelona, ​​laporannya akan bias. Kami punya data Opta tentang apa yang terjadi, termasuk pengusiran dari semua klub, penalti," ujarnya.

"Saya belum melihat laporan tentang penalti Real Madrid. Ini aneh. Biarlah laporannya lengkap. Biarkan semua orang menarik kesimpulan sendiri. Mereka hanya ingin merusak kompetisi," tambahnya.


Tes Anti-Doping di Liga Champions

Pemain Real Madrid, Arda Guler dan Antonio Rudiger, merayakan kemenangan atas Real Sociedad pada laga semifinal Copa Del Rey di Stadion Santiago Bernabeu, Rabu (2/4/2025). (AP Photo/Bernat Armangue)

Terakhir, Tebas juga ditanya tentang tes anti-doping yang dilakukan sebelum pertandingan pembuka Liga Champions Real Madrid melawan Marseille, yang menyebabkan penundaan latihan klub.

Meskipun Real Madrid dengan cepat menyalahkan LaLiga, Tebas mengungkapkan bahwa mereka tidak memiliki wewenang untuk melakukan tes semacam itu.

"Kami tidak punya wewenang. Kami tidak pernah punya. Mereka sangat salah informasi. Mereka menyebarkan gagasan bahwa LaLiga harus disalahkan atas segalanya. Mustahil kami yang mengirim mereka. Ini narasi yang sangat berbahaya. Ini berasal dari dalam Real Madrid," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya