Banggar Tolak Usul Otorita IKN Tambah Anggaran Rp 14,9 Triliun di 2026

Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak usul tambahan anggaran Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sebesar Rp 14,92 triliun dalam RAPBN 2026.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 15 September 2025, 20:50 WIB
Pembangunan proyek Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 45 persen. (Foto: Kementerian PU)

Liputan6.com, Jakarta Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak usul tambahan anggaran Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sebesar Rp 14,92 triliun dalam RAPBN 2026.

Keputusan itu dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi II DPR Zulfikar Arse Sadikin dalam rapat kerja (raker) dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pemerintah, Senin (15/9/2025).

Tak hanya Otorita IKN, Banggar juga menolak usulan tambah anggaran 2026 dari 5 mitra kerja lain, yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan Ombudsman RI.

Dalam hal ini, Kementerian PANRB meminta tambahan Rp 80,4 miliar, BKN Rp 500 miliar, LAN Rp 55,6 miliar, ANRI Rp 148,1 miliar, dan Ombudsman Rp 199,3 miliar.

"Namun demikian, kita dapat surat dari Banggar tertanggal 11 September 2025 terkait penyampaian hasil pembahasan RUU APBN Tahun Anggaran 2025. 8 mitra kerja kita berdasarkan surat ini tidak mendapatkan tambahan apapun dari usulan tambahan yang diajukan," kata Zulfikar.

Dengan demikian, Komisi II DPR RI menyetujui jumlah pagu anggaran 2026 untuk Kementerian PANRB sebesar Rp 392,98 miliar, BKN Rp 639,46 miliar, LAN Rp 293,34 miliar, ANRI 279,33 miliar, Ombudsman RI Rp 251,97 miliar, dan Otorita IKN Rp 6,22 triliun.

 

China Jajaki Investasi di IKN

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengungkap bahwa pihaknya baru saja mengunjungi IKN pada bulan lalu. Tampak foto udara yang diambil pada 14 Agustus 2025 ini menunjukkan Istana Kepresidenan dan gedung-gedung kementerian pemerintah yang sedang dalam tahap pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia yang direncanakan, di Kalimantan Timur. (Foto oleh AFP)

Di luar APBN, Otorita Ibu IKN sebelumnya telah menerima kunjungan resmi dari Pemerintah Provinsi Anhui, China. Sebagai langkah awal bagi Pemerintah Anhui untuk menjajaki peluang investasi, khususnya di sektor infrastruktur dan perumahan di IKN.

Anhui merupakan salah satu provinsi di China yang memiliki keunggulan di industri manufaktur dan semen. Anhui juga berperan dalam pembangunan transportasi modern, termasuk keterlibatannya pada produksi sarana Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung (Whoosh).

Deputy Director-General, Department of Housing and Urban-Rural Development of Anhui Province, Liu Xiaohua, mengungkapkan kesiapan provinsinya untuk membuka jalur kerja sama yang lebih luas.

 

Bakal Pelajari Dulu

Pemerintah memutuskan menggelar upacara peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 di Jakarta bukan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Tampak dalam foto, pemandangan umum yang menunjukkan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara, di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada 17 Agustus 2024, selama perayaan yang menandai Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79. (BAY ISMOYO/AFP)

"Saat ini di Provinsi Anhui terdapat banyak pengusaha besar yang bergerak di bidang manufaktur dan sektor lainnya. Harapannya, melalui penjajakan investasi hari ini, kami dapat mempelajari lebih dalam potensi yang ada di IKN serta menghadirkan investor yang tepat dari Anhui untuk berkontribusi dalam pembangunan IKN," ujar Liu beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menegaskan, IKN membuka peluang investasi seluas-luasnya.

"Saat ini sudah ada sejumlah investor dari Tiongkok yang menanamkan modal di sektor perhotelan. Kami menyambut baik minat dari Provinsi Anhui, terutama pada investasi perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah hingga tinggi," kata Sudiro Roi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya