Pep Guardiola Catat 600 Laga di Liga Top Eropa: Rekor Fantastis Sang Jenius Taktik

Pep Guardiola kembali mencatat sejarah baru dalam dunia sepak bola. Kemenangan Manchester City atas Manchester United di derby Manchester menjadi laga ke-600 Guardiola di liga top Eropa.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 15 September 2025, 20:20 WIB
Pep Guardiola pada laga Man City vs Tottenham di pekan ke-2 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Liputan6.com, Jakarta Pep Guardiola kembali mencatat sejarah baru dalam dunia sepak bola. Kemenangan Manchester City atas Manchester United di derby Manchester menjadi laga ke-600 Guardiola di liga top Eropa.

Sejak awal kariernya, Guardiola memang selalu menciptakan rekor. Bersama Barcelona pada 2009, ia meraih enam trofi dalam satu tahun kalender, termasuk Liga Champions.

Di Bayern Munchen, ia menorehkan gelar Bundesliga tercepat dalam sejarah serta 19 kemenangan beruntun. Banyak yang meragukan apakah gaya bermain tiki-taka bisa sukses di Premier League.

Namun keraguan itu terjawab tuntas. Bersama City, Guardiola memimpin tim menjuarai enam dari tujuh gelar liga terakhir, termasuk empat kali beruntun.


Rekor Menakjubkan Guardiola di Liga Top Eropa

Reaksi pelatih Manchester City, Pep Guardiola saat laga babak 16 besar Liga Champions 2022/2023 antara Manchester City melawan RB Leipzig di Stadion Etihad, Manchester pada 14 Maret 2023. Total pengeluarannya sebagai seorang pelatih mencapai angka 1,44 miliar euro untuk membeli pemain di bursa transfer. Jack Grealish menjadi pembelian termahal Guardiola setelah dibeli seharga 117,5 juta euro dari Aston Villa. (AFP/Oli Scarff)

Dari total 600 laga, Guardiola berhasil meraih 446 kemenangan. Persentase kemenangannya mencapai 74%, tertinggi di antara manajer era modern.

Ia hanya menderita 69 kekalahan atau 11,5%. Timnya mencetak 1.501 gol dan hanya kebobolan 464.

Rata-rata tim Guardiola mampu mencetak 2,50 gol per laga dan hanya kebobolan 0,77 gol. Catatan ini menunjukkan konsistensi luar biasa di level tertinggi.

Sejak 16 musim melatih di liga top Eropa, ia sudah 11 kali menjuarai liga domestik. Prestasi yang sulit ditandingi manajer lain.


Konsistensi di Tiga Klub Besar

Pemain Manchester City, Phil Foden, merayakan kemenangan bersama Pep Guardiola setelah menaklukkan Brighton & Hove Albion dalam duel tunda pekan ke-29 Liga Inggris 2024, Jumat (26/4/2024). (AP Photo/Kin Cheung)

Bersama Barcelona, Guardiola memenangkan LaLiga tiga kali. Musim terakhirnya berakhir sebagai runner-up di bawah Real Madrid asuhan Jose Mourinho.

Di Bayern Munchen, ia menjuarai Bundesliga tiga musim berturut-turut. Dominasinya di Jerman hampir tanpa perlawanan berarti.

Saat pindah ke Manchester City, banyak yang meragukan adaptasinya di Premier League. Namun dalam sembilan musim penuh, ia meraih enam gelar liga.

Guardiola hanya pernah finis di luar dua besar sebanyak dua kali. Itu pun tetap di posisi ketiga klasemen akhir.


Perbandingan dengan Manajer Elite Lain

Momen menarik terjadi pada jeda babak pertama duel Burnley versus Manchester City. Ketika wasit meniup peluit tanda 45 menit pertama berakhir, Pep Guardiola tertangkap kemara berlari ke arah Erling Haaland. (AFP/Darren Staples)

Guardiola unggul jauh atas manajer top lainnya dalam hal persentase kemenangan. Sir Alex Ferguson, misalnya, mencatat 68% kemenangan dari 513 laga sejak 2000.

Antonio Conte ada di posisi ketiga dengan 66% dari 361 laga di Serie A dan Premier League. Luis Enrique membuntuti dengan 65% dari 262 laga.

Carlo Ancelotti, salah satu pelatih paling berpengalaman, memiliki 62% kemenangan dari 849 laga. Nama besar lain seperti Laurent Blanc, Jose Mourinho, Ottmar Hitzfeld, Diego Simeone, dan Massimiliano Allegri juga ada di daftar.

Namun, semuanya masih berada di bawah Guardiola yang mencatat 74%. Angka ini menjadikannya pelatih paling dominan di liga top Eropa abad ini.


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya