Sinopsis Sinetron Asmara Gen Z Episode Senin 15 September Pukul 17.00 WIB di SCTV, Angelica Mengontak Harry

Sinopsis Sinetron Asmara Gen Z Episode Senin 15 September Pukul 17.00 WIB di SCTV, Angelica Mengontak Harry

oleh Tim ShowbizDiperbarui 15 September 2025, 16:50 WIB
Sinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV. (dok. SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Angelica tampak serius menatap layar laptopnya. Setelah membaca sesuatu dengan seksama, ia langsung menghubungi seseorang. Dari seberang telepon, Harry menjawab dengan nada tenang.

Sementara itu, Catalina masih berdiri di samping Matthew. Wajah Matthew tampak letih, dan ia berbisik pelan, "Aku cuma... butuh tempat untuk menaruh rasa lelah ini."

Catalina menoleh perlahan, menatap batu nisan di depan mereka. Suaranya tenang, namun tajam, "Jangan main-main dengan rasa lelah, Mat."

Di ruang kelas IPS, suasana masih agak riuh. Para siswa duduk di bangkunya masing-masing, masih saling berbicara pelan. Perlahan-lahan, suasana menjadi hening. Pintu terbuka.

Bu Dita masuk dengan langkah mantap, membawa map tebal di tangannya. Ia berdiri di depan kelas dan berkata, "Oke, semuanya duduk dengan rapi. Hari ini kita lanjutkan Countdown Challenge."

Beberapa murid saling bertukar pandang—ada yang terlihat antusias, ada juga yang tegang. Aqeela tersenyum tipis, lalu membatin, "Oke... Ini kesempatan terbaik buat aku nyusul nilai! Tanpa Mohan di kelas, peluangku makin besar!"


Ken Ngobrol Santai dengan Ai dan Yuka

Sinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV. (dok. SCTV)

Di sebuah kafe, Ken duduk bersama Al dan Yuka. Obrolan mereka awalnya santai, hingga Ken tiba-tiba menyebut nama "Zara". Al dan Yuka sontak kaget.

Ken masih tersenyum, pikirannya seolah melayang pada sosok yang sedang dibahas. "Iya, namanya Zara. Nggak sengaja ketemu, tapi dia... bener-bener tipe gue banget," katanya sambil menatap kosong penuh rasa.

Sementara itu, waktu sudah menunjukkan jam pulang sekolah. Lorong sekolah mulai lengang. Zara melangkah sendirian, dengan ransel tergantung di punggung. Langkahnya pelan, dan pandangannya menerawang jauh ke depan.

Dalam hati, ia membatin, "Axel... Aku harap kita bisa segera bertemu. Masalah ini harus diselesaikan. Nggak bisa terus-terusan digantung begini..."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya