Liputan6.com, Jakarta - PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mengumumkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) untuk penjualan hampir seluruh saham anak usahanya, PT Arafura Surya Alam (ASA), kepada PT Danusa Tambang Nusantara, anak perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/9/2025). perusahaan menyebutkan pada 12 September 2025, PT J Resources Nusantara (JRN), anak usaha PSAB, menandatangani PJBB untuk melepas 99,99996% saham ASA. Total nilai perusahaan (enterprise value) ASA ditetapkan sebesar USD 540 juta atau sekitar Rp 8,2 triliun (kurs Rp 15.200 per dolar AS).
Advertisement
“Rencana Transaksi ini tunduk kepada syarat-syarat yang diatur dalam PJBB dan persetujuan dari kreditur anak perusahaan maupun pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham,” tulis manajemen dalam laporan tersebut.
Adapun jangka waktu pemenuhan syarat transaksi ditetapkan hingga 23 Desember 2025 atau sesuai kesepakatan para pihak. Perseroan menegaskan, pelepasan saham ASA ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional dan aspek hukum perusahaan saat ini.
PSAB juga menekankan bahwa transaksi ini bukan merupakan Transaksi Afiliasi maupun Transaksi Benturan Kepentingan sesuai Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020.
United Tractors Fokus Perbesar Portofolio Mineral dan Energi pada 2026
Sebelumnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) menegaskan strategi diversifikasi bisnis di tahun 2026 akan difokuskan pada pengembangan portofolio di sektor mineral mining dan energi.
Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro, mengatakan perusahaan akan aktif mencari peluang baru untuk memperkuat bisnis mineral, terutama di tambang emas dan nikel.
“Strategi bisnis UNTR ke depannya itu kita akan terus fokus untuk memperbesar portfolio kita di bidang mineral mining dan energy,” ujar Iwan dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Senin (8/9/2025).
Ia menambahkan, langkah ekspansi tidak hanya difokuskan di dalam negeri, tetapi juga menjajaki peluang di luar negeri. Adapun untuk mineral mining sendiri Perseroan terus mencari peluang-peluang akuisisi baru untuk tambang emas, memperbesar kapasitas bisnis niel, serta mencari peluang baik itu di Indonesia maupun di overseas.
Energi Terbarukan
Selain itu, UNTR juga akan memperkuat bisnis energi terbarukan. Fokus pengembangan diarahkan pada energi hidro, solar photovoltaic (PV), serta peningkatan kapasitas produksi di aset geothermal yang dimiliki perusahaan.
“Sementara untuk energy business kita akan fokus di pengembangan renewable energy yang berfokus pada hydro, solar PV, serta meningkatkan kapasitas produksi di aset geothermal yang kita miliki di Supreme Energy Rantau Dedap,” jelasnya.