Pasar Asia Dibuka Beragam, Investor Menanti Hasil Perundingan AS-China

Indeks saham ASX/S&P 200 Australia melemah 0,75% pada pembukaan. Sebaliknya, Kospi Korea Selatan naik 0,67% ke rekor baru di level 3.420,23,

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 September 2025, 08:10 WIB
Indeks saham Hang Seng Hong Kong dibuka sedikit lebih rendah, dengan kontrak berjangka di posisi 26.380, dibandingkan penutupan terakhir di 26.388,16. Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham di kawasan Asia dan Pasifik dibuka dengan arah berbeda pada awal pekan ini. Investor bursa Asia masih menyoroti perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan China di Madrid. Selain itu, investor juga tengah menunggu rilis data ekonomi penting dari Beijing.

Dikutip dari CNBC, Senin (15/9/2025), perundingan antara AS dan CHina diwakili oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng serta negosiator perdagangan senior Li Chenggang.

Agenda utama mencakup isu keamanan nasional, ekonomi, perdagangan, hingga tenggat waktu divestasi aplikasi video pendek TikTok serta tarif AS terhadap produk China.

Di sisi lain, China dijadwalkan merilis data penjualan ritel, investasi aset tetap, serta tingkat pengangguran perkotaan. Data ini akan menjadi sorotan pasar untuk mengukur arah pertumbuhan ekonomi negeri tersebut.

 

Gerak Saham

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Dari pergerakan bursa, indeks ASX/S&P 200 Australia melemah 0,75% pada pembukaan. Sebaliknya, Kospi Korea Selatan naik 0,67% ke rekor baru di level 3.420,23, menandai reli selama 10 sesi beruntun. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, juga menguat 0,4%.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong dibuka sedikit lebih rendah, dengan kontrak berjangka di posisi 26.380, dibandingkan penutupan terakhir di 26.388,16.

Pasar saham Jepang dan Malaysia hari ini tutup karena libur.

 

 

Bursa AS

Dari Amerika, bursa berjangka relatif stabil di sesi awal perdagangan Asia. Investor menantikan keputusan Federal Reserve dalam pertemuan minggu ini. Ekspektasi pasar cukup tinggi bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada Rabu waktu setempat.

Pada perdagangan Jumat lalu di Wall Street, Nasdaq Composite ditutup di level tertinggi baru dan membukukan kenaikan mingguan kedua berturut-turut sebesar 2%. S&P 500 naik 1,6%—penguatan mingguan terbaik sejak awal Agustus. Dow Jones juga menorehkan kenaikan 1%, menjadi minggu positif pertamanya dalam tiga pekan.

Penguatan bursa AS ini dipicu data ekonomi terbaru yang menunjukkan pasar tenaga kerja mulai melemah, sementara inflasi tetap terkendali. Kondisi ini semakin memperkuat harapan penurunan suku bunga oleh The Fed.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya