Veda Pratama Akhiri Red Bull Rookies Cup 2025 sebagai Runner-up, Ukir Sejarah Balap Indonesia

Pembalap muda Indonesia, Veda Pratama, sukses akhiri Red Bull Rookies Cup 2025 sebagai runner-up. Capaian gemilang ini membuka jalan menuju Moto3, menandai era baru balap tanah air!

oleh ThomasDiperbarui 14 September 2025, 20:16 WIB
Veda Ega Pratama saat finis pertama pada ajang Red Bull Rookies 2025 di Sirkuit Mugello hari Sabtu (21/06/2025). (Red Bull Rookies Cup 2025)

Liputan6.com, Jakarta- Pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menorehkan sejarah baru dengan mengakhiri musim Red Bull Rookies Cup 2025 sebagai runner-up. Kepastian posisi gemilang ini didapatkan setelah balapan kedua seri terakhir yang berlangsung di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Italia, pada Minggu, 14 September 2025.

Prestasi luar biasa ini menempatkan Veda sebagai salah satu talenta balap motor paling menjanjikan dari Asia Tenggara. Dengan raihan poin yang signifikan, Veda sukses mengamankan posisi kedua di klasemen akhir, menunjukkan konsistensi dan kecepatan yang patut diacungi jempol sepanjang musim kompetisi.

Pencapaian Veda Pratama ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga harapan besar bagi dunia balap Indonesia. Momen penting ini sekaligus membuka pintu lebar baginya untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi, seperti Moto3, di masa mendatang.


Perjalanan Poin dan Posisi Akhir Veda Pratama

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama berhasil raih runner up dalam dua seri balapan di Austria pada gelaran Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Minggu (17/08/2025).

Veda Ega Pratama mengakhiri musim Red Bull Rookies Cup 2025 dengan total 181 poin. Poin tersebut dikumpulkan dari raihan tiga kemenangan dan tiga kali podium yang berhasil dicatatkan sepanjang kompetisi yang ketat.

Di klasemen akhir, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini, terpaut 55 poin dari pemuncak klasemen, Brian Uriarte dari Spanyol, yang mengoleksi 236 poin. Veda juga berhasil unggul 10 poin atas rival terdekatnya, Hakim Danish dari Malaysia, yang menempati posisi ketiga dengan 171 poin.

Konsistensi performa Veda sepanjang musim menjadi kunci utama pencapaian ini. Meskipun menghadapi persaingan ketat dari pembalap-pembalap muda terbaik dunia, Veda mampu menunjukkan mental juara dan kemampuan adaptasi yang luar biasa di berbagai sirkuit.


Drama di Seri Terakhir Misano

Seri terakhir di Misano menyajikan drama yang menegangkan bagi Veda Pratama. Pada Race 1 yang digelar 13 September 2025, Veda mengalami kecelakaan di tikungan ke-14 dan gagal finis. Insiden tersebut sempat membuat posisinya turun ke peringkat ketiga di klasemen sementara.

Memasuki Race 2 pada 14 September 2025, Veda memulai balapan dari posisi kedua. Ia menunjukkan semangat juang tinggi, namun harus menerima penalti tiga detik karena manuver agresif di lap terakhir yang dianggap membahayakan. Akibat penalti ini, Veda yang awalnya finis di urutan keempat, turun satu tingkat ke posisi lima.

Lanjut Baca:

Meski demikian, hasil Race 2 ini tetap cukup untuk mengamankan posisi runner-up bagi Veda. Hal ini tidak lepas dari nasib sial rival terdekatnya, Hakim Danish, yang terjatuh pada balapan kedua tersebut, sehingga Veda tetap unggul dalam perolehan poin akhir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya