Kinerja Pemerintah akan Diputar di Bioskop Sebelum Film Dimulai, Begini Penjelasan Istana

Jelang genap satu tahun masa kepemimpinan pada Oktober mendatang, Presiden Prabowo memamerkan capaian kinerjanya bersama Kabinet Merah Putih melalui layar bioksop.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 14 September 2025, 10:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat secara maraton bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025). (Foto: biro pers)

Liputan6.com, Jakarta - Jelang genap satu tahun masa kepemimpinan pada Oktober mendatang, Presiden Prabowo Subianto memamerkan capaian kinerjanya bersama Kabinet Merah Putih melalui layar bioksop.

Hal itu menuai reaksi publik, karena umumnya sebelum pemutaran film, pihak bioksop hanya menayangkan trailer dari film yang akan tayang atau coming soon.

Merespons hal tersebut, Kepala Kantor Komunikasi Presiden atau Presidential Comunication Office (PCO) Hasan Nasbi, tidak membantah kalau hal itu sebagai cara pemerintah menyampaikan capaian kinerja Presiden Prabowo. 

Menurut dia, jika ruang publik bisa diisi pesan komersil, mengapa tidak dengan pesan positif dari pemerintah.

"Layar bioskop, sebagaimana  televisi, media luar ruang dan lain-lain juga ruang publik yang bisa diisi dengan berbagai pesan, termasuk pesan komersil. Kalau pesan komersil saja boleh, kenapa pesan dari pemerintah dan presiden tidak boleh?" kata Hasan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (14/9/2025). 

 

 

 

 

Sosialisasi ke Seluruh

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas atau ratas melalui video conference dengan beberapa jajaran Kabinet Merah Putih membahas erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Hasan menambahkan, pemerintah berupaya menyampaikan pesan seluas-luasnya melalui berbagai medium terkait yang sudah dikerjakan Kabinet Merah Putih dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

"Pemerintah mau sosialisasi ke seluruh rakyat Indonesia tentang apa yang dikerjakan oleh pemerintah, agar masyarakat paham banyak hal sudah dikerjakan oleh pemerintah," ungkap Hasan.

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga merespons hal senada. Menurut dia, capaian kinerja Presiden Prabowo adalah informasi positif yang harus terus disebarluaskan agar diketahui publik. 

Menurut Prasetyo, selama tidak melanggar aturan maka hal itu sah dan boleh saja ditayangkan.

"Tentu sepanjang tidak melanggar aturan,tidak mengganggu kenyamanan keindahan maka penggunaan media media publik untuk menyampaikan sebuah pesan tentu sebuah hal lumrah," kata Prasetyo.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya