Liputan6.com, Jakarta - Seorang penjaga kebun binatang dimakan hidup-hidup oleh singa di Safari World, Bangkok, Thailand Rabu, 10 September 2025. Para wisatawan yang ketakutan menyaksikan kucing-kucing besar itu menggerogoti daging dan meninggalkan tubuhnya dalam genangan darah.
Melansir The National Post, Jumat (12/9/2025), saksi mata mengatakan, penjaga kebun binatang bernama Jian Rangkasamee itu diseret ke tanah dan diserang oleh setidaknya lima singa, menurut kantor berita pemerintah Thailand. Ia keluar dari jipnya untuk membersihkan sampah di area taman yang diperuntukkan bagi pengunjung melihat satwa dari kendaraan mereka.
Advertisement
Korban berusia 58 tahun tersebut ditarik rekan-rekannya setelah sekitar 15 menit, kemudian dinyatakan meninggal di rumah sakit. Rangkasamee telah bekerja bersama harimau dan singa selama lebih dari 20 tahun dan dipekerjakan oleh Kebun Binatang Bangkok sejak 2019.
Ia ditugaskan mengemudikan truk pikap guna membantu memandu hewan-hewan tersebut di dalam area yang telah ditentukan. Singa pertama yang menyerang dilaporkan berada 10 meter jauhnya sebelum mendekat dan menyerang penjaga kebun binatang dari belakang.
Tubuhnya Digerogoti
Setelah penjaga kebun binatang itu diseret ke tanah, singa-singa lain ikut menyerang. Rekan-rekan penjaga kebun binatang membunyikan klakson mobil, mencoba menakut-nakuti kucing besar itu.
Mereka melepaskan tembakan, tapi saat itu, tubuh Rangkasamee sudah digerogoti hingga ke tulang-tulangnya. Karyawan lainnya mengatakan, salah satu peraturan taman melarang pelanggan dan karyawan keluar dari kendaraan mereka.
Departemen Taman Nasional Thailand, yang bertanggung jawab atas kebun binatang di negara itu, mengatakan stafnya sedang dalam perjalanan ke fasilitas tersebut untuk menyelidiki apa yang terjadi. Mereka menutup kebun binatang sambil mempertimbangkan apakah akan melakukan eutanasia pada singa-singa tersebut.
Direktur jenderal Departemen Taman Nasional, Satwa Liar, dan Konservasi Tumbuhan Thailand (DNP), Atthapol Charoenchansa, mengatakan, "Yang terpenting adalah kelima singa yang terlibat akan dikurung dan menjalani penyesuaian perilaku," lapor The Strait Times.
Kemungkinan Penyebab Kejadian
"Mereka telah menunjukkan perilaku berbahaya terhadap manusia, dan tanpa intervensi, perilaku ini bisa jadi kebiasaan," ujarnya. Atthapol menambahkan, insiden tersebut kemungkinan besar disebabkan kelalaian penjaga kebun binatang, yang seharusnya tidak keluar dari kendaraan.
Namun, ia mencatat bahwa butuh waktu yang cukup lama bagi bantuan untuk mencapai lokasi kejadian, dan tindakan yang lebih baik harus dilakukan, terutama demi keselamatan staf. Atthapol lebih lanjut mengomentari bahwa zona satwa liar akan tetap ditutup sampai kebun binatang dianggap siap.
Safari World Bangkok menyebut dirinya sebagai salah satu kebun binatang terbuka terbesar di Asia. Tempat itu menawarkan wisata memberi makan singa dan harimau dengan harga sekitar 37 dolar AS (sekitar Rp 606 ribu) per orang.
Serangan Fatal Satwa Liar
Situs webnya menyatakan, "Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan satwa liar, seperti harimau, singa, beruang, dan zebra yang berkeliaran bebas di habitat aslinya." Kebun binatang menyampaikan "belasungkawa terdalam" pada keluarga korban.
Pihaknya mengatakan akan memberi "perawatan dan dukungan penuh" pada mereka. Pihak kebun binatang menyatakan, insiden seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya selama lebih dari 40 tahun beroperasi dan bahwa semua hewan dipantau tim ahli.
Serangan fatal oleh satwa liar telah jadi masalah yang berkepanjangan di Thailand. Gajah liar menyebabkan setidaknya 227 kematian selama 12 tahun, menurut laporan resmi pada 2024.
Wildlife Friends Foundation Thailand menulis dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, "Insiden ini seharusnya jadi pengingat kuat bahwa hewan-hewan ini, bahkan ketika dibesarkan manusia sejak lahir, tetap menimbulkan ancaman serius terhadap kehidupan manusia yang dapat dipicu tanpa peringatan."