Salah Kaprah Perawatan Kulit Berbasis Kolagen Menurut Dokter Kulit

Kolagen adalah kunci elastisitas dan kekencangan kulit. Produsen berlomba-lomba menghasilkan produk mengandung kolagen dengan iming-iming hasil yang terkesan berlebihan.

oleh Sabrina Aulia PutriDiterbitkan 29 September 2025, 04:00 WIB
Ilustrasi kolagen. (dok. Unsplash/Mathilde Kangevin)

Liputan6.com, Jakarta - Seiring bertambahnya usia, kulit manusia mengalami berbagai perubahan alami. Kolagen, yang sejak muda berfungsi sebagai protein utama penopang kekencangan dan elastisitas kulit, semakin berkurang produksinya dari tahun ke tahun.

Akibatnya, kulit mulai tampak kendur, muncul garis halus, kerutan, serta kehilangan kekenyalan dan cahaya alaminya. Kondisi inilah yang mendorong banyak orang mencari solusi anti-aging melalui perawatan kulit yang mampu memperlambat tanda-tanda penuaan, termasuk memburu produk berbahan kolagen.

Kolagen kerap dianggap sebagai "bahan ajaib" yang bisa mengembalikan kulit seperti semula. Namun, para dokter kulit menjelaskan bahwa tidak semua produk yang mengandung kolagen bekerja sesuai harapan. Ada yang hanya berefek hidrasi sementara, sementara yang lain benar-benar membantu merangsang pembentukan kolagen baru.

Untuk memahami bagaimana protein ini bekerja, penting melihat peran kolagen sebagai struktur dasar kulit, manfaatnya dalam menjaga kekencangan, hingga cara paling efektif merangsang produksinya melalui bahan aktif tertentu dan dukungan gaya hidup atau perawatan tambahan, dikutip dari CNN, Kamis, 11 September 2025.

Apa Itu Kolagen dan Manfaatnya?

Ilustrasi kolagen. (dok. Unsplash/Christin Hume)

Kolagen adalah salah satu protein struktural utama yang terdapat pada kulit, berfungsi menjaga kekuatan dan elastisitas. Menurut Dr. Corey L. Hartman, dokter spesialis kulit bersertifikat dan pendiri Skin Wellness Dermatology di Alabama, AS, "Kolagen berfungsi seperti perancah, menopang kulit agar tetap montok dan halus."

Dr. Noah Gratch, dokter spesialis kulit di MDCS Dermatology, menegaskan peran vital protein ini. "Kolagen memberikan dukungan struktural yang mencegah kulit kendur serta terbentuknya garis halus dan keriput," ujarnya. Artinya, menjaga kadar kolagen berarti memperpanjang kondisi kulit tetap kenyal dan awet muda.

Namun, ada kesalahpahaman umum terkait penggunaan produk topikal. Dr. Robyn Gmyrek, dokter spesialis kulit di UnionDerm, menjelaskan bahwa produk kolagen topikal umumnya tidak efektif untuk benar-benar menggantikan atau meningkatkan kolagen karena molekulnya terlalu besar untuk menembus kulit.

 

Jenis Kolagen dan Cara Meningkatkannya

Produk skincare berbentuk gel. (dok. Unsplash/Nazir Ahmad)

Tidak semua kolagen memiliki sifat yang sama. Dr. Deanne Mraz, dokter spesialis kulit sekaligus pendiri DMR Research dan Modern Dermatology, menjelaskan bahwa kolagen terhidrolisis (collagen peptides) dan kolagen laut berukuran partikel yang lebih kecil sehingga lebih mudah diserap tubuh, meski manfaat utamanya masih terbatas pada hidrasi. Untuk benar-benar memperkuat struktur kulit, diperlukan kombinasi dengan bahan aktif lain.

Menurut Mraz, "Vitamin C membantu melindungi kolagen yang sudah ada dan sangat penting untuk pembentukan kolagen baru, sementara retinol dan peptida merangsang kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen sendiri seiring waktu." Dengan begitu, kolagen bisa bertahan lebih lama dan proses penuaan kulit melambat.

Pendekatan yang lebih efektif adalah melihat daftar kandungan produk, bukan sekadar label "mengandung kolagen". Seperti kata Dr. Gratch, "Sebagai dokter kulit, saya fokus pada bahan yang merangsang produksi kolagen alami tubuh, karena molekul kolagen dalam produk topikal umumnya terlalu besar untuk menembus kulit."

Strategi Perawatan untuk Merangsang Kolagen

Perawatan wajah di klinik kecantikan. (dok. Unsplash/Soheil Kmp)

Bahan aktif seperti retinoid, vitamin C, dan peptida merupakan pilar utama dalam perawatan kulit yang mendukung kolagen. Produk yang mengandung kombinasi tersebut dinilai lebih efektif untuk menjaga struktur kulit tetap kuat sekaligus memperbaiki tekstur. Pelembap atau serum dengan formula sederhana yang kaya antioksidan juga bisa membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, sehingga kolagen tidak cepat rusak.

Selain perawatan rumahan, beberapa teknologi medis juga mampu memberikan hasil lebih signifikan. Dr. Gratch menyarankan perawatan di klinik seperti radio frequency microneedling dan laser CO2 fraksional yang terbukti merangsang fibroblas memproduksi kolagen baru. 

Sementara Dr. Gmyrek menyoroti perangkat perawatan kulit berbasis rumah, salah satunya menggunakan radiofrekuensi dan cahaya LED. "Ini adalah perangkat yang sangat baik dan aman, menggunakan teknologi yang sama dengan perawatan di klinik, namun bisa dilakukan sendiri di rumah," jelasnya.

Infografis Macam-Macam Perawatan Kecantikan Terkini. (Dok: Liputan6.com/abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya