Sutradara Menyesal Gabungkan Enzy Storia dan Tora Sudiro dalam Film Yakin Nikah: Astaghfirullahaladzim

Enzy Storia dan Tora Sudiro akan bermain bersama di film Yakin Nikah, tetapi sang sutradara, Pritagita Arianegara mengaku terkadang menyesal menggabungkan keduanya dalam filmnya kali ini. Apa alasannya?

oleh Vindy ThereciaDiterbitkan 15 September 2025, 11:00 WIB
Enzy Storia dan Tora Sudiro hadir dalam jumpa pers Yakin Nikah pada Selasa (9/9/2025). Keduanya tak henti-hentinya saling melempar cerita lucu saat syuting. (Foto: Liputan6/Vindy Therecia)

Liputan6.com, Jakarta - Sutradara film Yakin Nikah Pritagita Arianegara membagikan tantangan terberatnya saat proses syuting. Dalam wawancaranya dengan media pada Selasa (9/9/2025), Prita mengaku sempat menyesal telah menyatukan Enzy Storia dan Tora Sudiro dalam satu film, karena… sangat sulit mengendalikan tawa keduanya.

Bagi Prita, dengan Tora yang senang melawak dan Enzy yang mudah tertawa membuat suasana syuting "gonjang-ganjing."

"Untuk menggabungkan Enzy sama Tora. Astagfirullahaladzim gitu sih, bener-bener. Maksudnya ini beneran, challenge saya itu adalah itu," curhat Prita. 

"Karena akhirnya mereka itu membuat semua orang yang ada di rumah pertama kali kita syuting, Itu juga ketawa nggak habis-habis. Itu rasanya pengen pulang. Rasanya pengen pulang gitu," keluh Prita dengan nada becanda.

Prita mau tidak mau harus membuat serangkaian strategi untuk memisahkan keduanya agar syuting dapat berjalan lebih lancar. "Di beberapa scene, saya udah ngomong sama astrada, Desi sama tim talent coordinator untuk memisahkan mereka. Itu wajib hukumnya untuk memisahkan mereka dari ruang tunggu gimana caranya," lanjut cerita Prita.

Namun, pisah ruang tunggu pun tidak mempan untuk memisahkan keduanya. "Walaupun akhirnya aku dilaporin, "Nggak bisa, Mbak. Mereka tetap bareng"," cerita Prita terlihat pasrah.


Jurus Andalan Pengendali Tawa Enzy

Enzy Storia, pemeran utama Yakin Nikah hadir dalam jumpa pers pada Selasa (9/9/2025). (Foto: Liputan6/Vindy Therecia)

Akhirnya, Prita menemukan satu teknik khusus untuk dapat mengontrol diri Enzy dan cukup diterima dengan baik oleh Enzy sendiri. Prita mencoba dengan metode lagu yang dirasa cukup efektif untuk "melambatkan" Enzy yang menggebu-gebu. Adapun lagu yang diputarkan adalah instrumental berjudul "New Home".

"Jadi, kalau Enzy udah mulai gampang ke-trigger, ketawa-ketawa, selalu memutarkan salah satu lagu," kata Prita, "Lagunya memang ada ketukannya, dimana Enzy harus menjadi Niken dengan ketukan itu. Jadi semua dilambatin, cara jalanannya dilambatin, cara ngomongnya dilambatin, cara ketawanya, nangisnya, semuanya tuh dilambatin semua."

Lagu tersebut tidak hanya untuk pengingat dan pemandu Enzy, tetapi juga berlaku untuk seluruh pihak yang ada di lokasi syuting. "Ketika sudah diputarkan lagu itu, Berarti hatinya udah harus, Sudah harus tenang, gitu sih maksudnya," jelas Prita kepada media.

Lanjut Baca:

Enzy sempat membagikan juga bagaimana dirinya memahami karakter Niken dengan merefleksikan kepada dirinya juga yang baru menikah. Enzy bercerita bahwa saat ingin menikah, tanpa adanya sosok ayah, dirinya hanya bisa bertanya pada ibunya. Namun, pertanyaan pernikahan pada skrip film, membuatnya mendapat sosok ayah yang tidak terduga.  "Ga ada di pikiran gue, gue mau nanya ini dalam hati, "Loh, gimana ya aku? Coba aku ada bapak masih hidup, aku mau nanya ini". Tiba-tiba tahun depan, syuting dapet pertanyaan skrip itu, yang jawab Tora Sudiro,” cerita Enzy disaut gelak tawa.  Bahkan, proses syuting pun membuat panggilan Enzy dan Tora untuk satu sama lain berubah. Tora yang biasanya memanggil Enzy dengan sebutan "NZ", sekarang terbiasa memanggil Enzy dengan sebutan "kakak". Enzy pun mengaku dirinya terkadang memanggil Tora dengan sebutan "ayah" secara tidak sengaja. "Udah enggak pernah manggil 'NZ' lagi. Kadang-kadang kalau ketemu di mall (manggilnya) 'kakak'," lanjut cerita Enzy.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya