Liputan6.com, Jakarta Chelsea kembali menjadi sorotan setelah resmi dijatuhi 74 dakwaan oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) terkait dugaan pelanggaran aturan pembayaran kepada agen selama era Roman Abramovich.
Kasus ini menyoroti proses transfer tiga mantan pemain bintang: Samuel Eto’o, Willian, dan Eden Hazard.
Advertisement
FA menilai ada pembayaran 'di luar pembukuan' yang disetujui langsung oleh Abramovich tanpa sepengetahuan manajemen lain. Dugaan pembayaran ini dilakukan melalui entitas lepas pantai dan ditengarai mengalir ke agen maupun pejabat terkait.
Skandal Transfer Era Abramovich
Tiga transfer yang menjadi pusat perhatian adalah Hazard dari Lille pada 2012 dengan nilai £32 juta, Willian dari Anzhi Makhachkala pada 2013 seharga £30 juta, serta Eto’o di tahun yang sama dengan biaya sekitar £2 juta.
Menariknya, Hazard dan Willian kala itu juga sempat menjadi incaran Tottenham sebelum akhirnya berlabuh ke Stamford Bridge.
Meski nama ketiganya ikut terseret, baik Hazard, Willian, maupun Eto’o tidak dianggap bersalah ataupun terlibat langsung dalam dugaan pelanggaran tersebut.
Investigasi yang Terbuka sejak Akuisisi
Skandal ini pertama kali terungkap pada Mei 2022, ketika konsorsium Todd Boehly dan Behdad Eghbali melalui Clearlake Capital mengambil alih Chelsea.
Dalam proses audit, mereka menemukan dugaan pelaporan keuangan yang tidak lengkap dan segera melaporkannya ke FA, UEFA, serta Premier League.
UEFA sempat menjatuhkan denda £8,6 juta kepada Chelsea pada 2023 sebagai bentuk penyelesaian. Sementara itu, penyelidikan Premier League masih berjalan. Namun, dengan munculnya dakwaan FA, sanksi dari Premier League diperkirakan akan tertunda.
Potensi Sanksi Berat
Melihat skala dan rentang waktu kasus ini, Chelsea terancam hukuman besar yang bisa memecahkan rekor, mulai dari denda besar hingga potensi pengurangan poin. Kendati demikian, manajemen baru klub menegaskan telah bersikap kooperatif penuh dan transparan kepada pihak berwenang.
Dalam pernyataannya, FA menyebut dugaan pelanggaran berlangsung antara 2009 hingga 2022, dengan fokus utama pada periode musim 2010/2011 hingga 2015/2016. Chelsea diberi waktu hingga 19 September 2025 untuk memberikan jawaban resmi.
Sementara itu, pihak klub menegaskan kembali bahwa seluruh masalah ini terkait transaksi lebih dari satu dekade lalu, jauh sebelum manajemen baru mengambil alih.
“Chelsea telah menunjukkan transparansi penuh dengan membuka seluruh data historis klub. Kami akan terus bekerja sama dengan FA agar kasus ini segera mencapai akhir,” tulis pernyataan resmi The Blues.
Sumber: The Sun