5 Bahan Skincare yang Hanya Efektif Dipakai Saat Malam Hari

Proses regenerasi kulit terjadi secara maksimal saat tubuh beristirahat, menjadikan malam hari sebagai "waktu pertunjukan" bagi bahan-bahan aktif skincare.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 15 September 2025, 02:00 WIB
Ilustrasi skincare malam. Credit: Pexels.com/SoraShimazaki

Liputan6.com, Jakarta - Malam hari adalah waktu terbaik bagi kulit untuk beregenerasi dan menyerap nutrisi secara optimal. Setelah seharian beraktivitas, kulit terpapar berbagai faktor eksternal, seperti debu, polusi, dan sisa makeup yang dapat menyumbat pori-pori.

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa menyebabkan kulit terlihat kusam, lelah, bahkan memicu timbulnya jerawat. Karena itu, membersihkan wajah dan mengaplikasikan produk perawatan kulit yang tepat di malam hari jadi sangat krusial.

Proses regenerasi kulit terjadi secara maksimal saat tubuh beristirahat, menjadikan malam hari sebagai "waktu pertunjukan" bagi bahan-bahan aktif skincare. Melansir The Times of India, Kamis, 11 September 2025, ada setidaknya lima bahan aktif skincare yang efektif diaplikasikan hanya saat malam hari.

Bahan-bahan ini dirancang untuk bekerja selaras dengan siklus alami perbaikan kulit, meminimalkan risiko iritasi, dan memaksimalkan manfaatnya tanpa gangguan dari paparan sinar matahari maupun aktivitas harian.

1. Retinol

Ilustrasi retinol/copyright pexels/Jill Burrow

Retinol, salah satu bentuk vitamin A, adalah bahan aktif yang sangat populer di dunia perawatan kulit karena kemampuannya dalam merangsang produksi kolagen dan mempercepat pergantian sel kulit. Manfaatnya meliputi pengurangan garis halus, kerutan, serta perbaikan tekstur kulit secara keseluruhan.

Namun, retinol memiliki sifat fotosensitif, yang berarti dapat membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Penggunaannya di siang hari berisiko meningkatkan iritasi, kemerahan, bahkan kerusakan kulit akibat UV.

Maka itu, aplikasi retinol di malam hari sangat dianjurkan. Ini memungkinkan bahan aktif bekerja secara efektif tanpa gangguan sinar UV, sekaligus memberi waktu bagi kulit untuk beradaptasi dan meminimalkan efek samping, seperti kekeringan atau pengelupasan.

2. Asam Laktat

Ilustrasi produk skincare asam laktat. (c) HayDmitriy/Depositphotos.com

Asam laktat merupakan jenis alpha-hydroxy acid (AHA) yang dikenal lembut, tapi efektif dalam mengeksfoliasi kulit. Bahan ini bekerja dengan melarutkan ikatan antar sel kulit mati, membantu mengangkatnya dari permukaan dan menghasilkan tekstur kulit yang lebih halus dan cerah.

Meski lembut, seperti AHA lainnya, asam laktat dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Paparan UV setelah penggunaan asam laktat bisa memperbesar risiko kulit terbakar maupun menyebabkan hiperpigmentasi.

Penggunaan asam laktat di malam hari memastikan proses eksfoliasi berjalan optimal tanpa risiko tambahan dari paparan sinar UV. Ini juga memberi kesempatan bagi kulit untuk memperbaiki diri setelah proses pengelupasan, sehingga kulit terasa lebih segar dan sehat di pagi hari.

3. Ceramide

Ilustrasi skincare berbahan ceramide. (c) SHVETS production/Pexels.com

Ceramide adalah lipid alami yang merupakan komponen penting dari skin barrier. Bahan ini berperan vital dalam menjaga kelembapan kulit dan melindungi dari agresor eksternal, seperti polusi dan bakteri.

Peran utamanya dalam memperbaiki dan memperkuat skin barrier sangat relevan dengan proses regenerasi kulit yang terjadi saat tidur. Di malam hari, kulit fokus pada pemulihan dan perbaikan.

Mengaplikasikan prodok skincare berbahan ceramide sebelum tidur membantu mendukung fungsi alami kulit untuk membangun kembali dan memperkuat lapisannya. Ini memastikan kulit tetap terhidrasi, kenyal, dan terlindungi dengan baik, mempersiapkan kulit untuk menghadapi tantangan di siang hari.

4. Peptida

Ilustrasi skincare berbahan peptida. (c) yacobchuk1/Depositphotos.com

Peptida adalah rantai asam amino pendek yang bertindak sebagai blok bangunan protein, termasuk kolagen dan elastin. Bahan ini dikenal memiliki kemampuan mengirimkan sinyal ke sel-sel kulit untuk melakukan fungsi tertentu, seperti memproduksi lebih banyak kolagen.

Produksi kolagen dan elastin, yang didukung peptida, adalah proses yang sangat aktif selama siklus perbaikan kulit di malam hari. Dengan mengaplikasikan peptida di malam hari, Anda memberikan dukungan maksimal pada kulit untuk memproduksi protein-protein penting ini. Hasilnya adalah kulit yang lebih kencang, elastis, dan tampak lebih muda seiring waktu, sejalan dengan proses pemulihan alami tubuh.

5. Minyak Zaitun Terhidrogenasi

Ilustrasi skincare berbahan minyak zaitun. (dok. Unsplash/Christin Hume)

Minyak zaitun terhidrogenasi adalah bentuk minyak zaitun yang telah diproses untuk meningkatkan stabilitas dan teksturnya. Bahan ini sering digunakan dalam produk perawatan kulit sebagai emolien dan agen oklusif, yang berarti itu membantu melembutkan kulit dan membentuk lapisan pelindung untuk mengunci kelembapan.

Sifatnya yang dapat mengunci kelembapan bekerja optimal saat kulit sedang dalam mode perbaikan dan tidak terpapar faktor lingkungan yang bisa mengurangi efektivitasnya.

Mengaplikasikan bahan ini di malam hari membantu memaksimalkan hidrasi kulit sepanjang malam, mencegah kehilangan air trans-epidermal, dan memperkuat skin barrier. Ini juga menghindari kesan berat atau berminyak yang mungkin kurang nyaman jika digunakan di siang hari, memastikan kulit terasa lembap dan kenyal di pagi hari.

Infografis Skincare Lokal. (Liputan6.com/Triyasni)  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya