Banjir Terjang Bali dan NTT, AHY Minta Penanganan Cepat dan Segera Tinjau Lokasi

Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku terus memantau penanganan banjir yang terjadi di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 11 September 2025, 18:12 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku terus memantau penanganan banjir yang terjadi di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia memastikan, akan meninjau langsung lokasi yang terdampak dalam waktu dekat.

"Ya kita pantau terus apa yg terjadi di Bali dan juga Nusa Tenggara Timur. Saya juga berencana memang untuk menuju ke lokasi bencana dan kita persiapkan dengan baik," kata AHY saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/9/2025).

AHY meminta penanganan banjir dilakukan cepat dengan langkah tanggap darurat, memastikan seluruh warga diselamatkan dan mendapatkan perawatan medis

"Kita juga ingin segera perbaiki berbagai kerusakan yg terjadi termasuk rumah warga dan fasilitas umum lainnya," jelas AHY. 

Namun hingga saat ini, AHY belum menyebut nominal kerugian dari banji yang melanda wilayah Bali dan kawasan Nusa Tenggara.

"Masih terus kita hitung," AHY menutup.

 

Banjir Bali

Hingga Rabu (10/9/2025) siang waktu setempat, hujan deras masih mengguyur sebagian wilayah. Sejumlah akses jalan di Denpasar, Bali juga ditutup. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Sebagai informasi, banjir besar melanda sejumlah wilayah di Provinsi Bali sejak Rabu (10/09/2025). Peristiwa itu turut menelan korban jiwa dan memaksa ratusan orang mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pukul 11 siang hari ini, korban meninggal dalam bencana banjir di Provinsi Bali, menjadi 14 orang. Sementara dua orang hilang.

Banjir NTT

Hal senada juga menerjang Desa Sawu, Kabupaten Nagekeo, di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat air sungai sungai Theodai 1 dan 2 yang meluap dan merendam rumah warga.

Tecatat ada tiga orang korban meninggal dunia masing-masing Remigius Sopi Bela dan anaknya yang masih berumur satu tahun. Satu korban lagi adalah Fancelina Meli Boa yang merupakan warga Rega, Boawae.

Infografis Bali Dikepung Banjir hingga Bencana Longsor. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya