Liputan6.com, Jakarta - Dominique berdiri tegap menatap keluar jendela, pikirannya tampak penuh. Beberapa langkah di belakangnya, Valerian memperhatikannya dengan cemas. Dominique perlahan menoleh, lalu berkata dengan nada dingin, “Blade harus tetap dieksekusi.”
Valerian terkejut. Ekspresinya langsung berubah tegang. “Kalau Blade dihabisi... ‘dia’ pasti akan tahu,” ucapnya pelan, hampir seperti gumaman.
Advertisement
Dominique terdiam, tampak ragu sejenak. “F?” bisiknya.
Di tempat lain, di ruang makan, Mohan, Fattah, Raisa, Zara, Aqeela, dan Harry telah duduk melingkar. Suasana serius menyelimuti mereka. Di tengah diskusi, Zara angkat bicara dengan nada meyakinkan, “Axel satu-satunya harapan kita buat bisa ketemu Om Ares dan Tante Cassandra.”
Tak jauh dari sana, Lidya tampak gelisah di kursinya. Ia memainkan sedotan jus stroberinya sambil terus memandangi meja Chaos & Gaspol dengan tatapan penuh selidik. Victoria menghampirinya dengan sopan. Lidya tersenyum, lalu bertanya, “Adit yang mana, ya?”
Suasana Pecah saat Mohan Muncul
Victoria menunjuk. Lidya mengamati Adit sejenak, keningnya berkerut. “Kok nggak mirip Mama, ya...?”
Sementara itu, di meja Chaos & Gaspol, suasana langsung pecah saat Mohan muncul. Anak-anak dari Chaos Crew dan Gaspol Squad serentak berdiri, mengerubunginya dengan antusias layaknya fans yang bertemu idola mereka.
Di sisi lain, Harry mengulurkan tangan ke Aqeela sambil berkata, “Ayo, golden girl!”
Aqeela memandangnya sejenak, lalu tersenyum dan menggenggam tangannya.
Namun tak jauh dari situ, Cantika mendadak menegang. Ia bergumam dalam hati, Golden Girl? Itu panggilan sayang?