Liputan6.com, Jakarta Harapan seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah hidupnya justru berujung pahit. HS (42), yang semula percaya pada janji manis seorang wanita asal Kabupaten Takalar, KS (45), kini harus menanggung kerugian hingga ratusan juta Rupiah.
Awal perkenalan mereka terbilang biasa. HS bertemu KS di sebuah lokasi di Pangkep.
Advertisement
Janji Manis Pelaku
Percakapan ringan berubah menjadi curhat pribadi, hingga akhirnya KS menawarkan diri sebagai penolong. Ia mengaku bisa membantu, bahkan memperlihatkan sejumlah uang dan emas yang disebut-sebut hasil ritual penggandaan.
"KS menawarkan diri untuk memberikan bantuan dengan memperlihatkan sejumlah uang dan emas yang menurutnya didapat dengan menggandakannya," kata Kanit Reskrim Polres Pangkep, Ipda Azwin Mobarok, Kamis (11/9/2025).
Janji itu membuat HS terbuai. Demi memenuhi permintaan pelaku, ia rela melepas harta benda yang dimilikinya. Tak tanggung-tanggung, sepeda motor kesayangannya pun dijual demi menyerahkan uang kepada KS.
Uang Lenyap, Emas Cuma Tiruan
Kepercayaan HS semakin dalam karena KS kerap mendatanginya di tempat kos. Bukan hanya soal uang, KS juga mengaku mampu menyembuhkan orang sakit. Semua itu membuat HS yakin dan menuruti permintaan demi permintaan.
Namun, semua harapan HS mendadak pupus. Sebab yang dia dapat bukanlah emas murni atau uang berlipat ganda. Emas yang ditunjukkan hanyalah tiruan, dan uang yang diserahkan tak pernah kembali karena habis dipakai pelaku untuk kebutuhan pribadinya.
"Terakhir korban sampai menjual sepeda motor miliknya," jelas Azwin.
KS Ditangkap Saat Berusaha Kabur ke Makassar
KS akhirnya ditangkap Satreskrim Polres Pangkep saat berusaha melarikan diri ke Makassar menggunakan mobil rental.
Kini, KS harus menghadapi proses hukum, sementara HS harus menata kembali hidupnya pasca kehilangan harta benda yang dikumpulkan dengan susah payah.
"Kita terpaksa amankan karena adanya laporan warga yang merasa dirugikan hingga ratusan juta. Pelaku sudah kita periksa lebih lanjut di Mapolres Pangkep," kata Azwin