Liputan6.com, Jakarta Gempa tektonik magnitudo 5,0 mengguncang Kabupaten Malang, Kamis (11/09/2025) sekira pukul 10.15 WIB. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat tidak ada informasi terkait korban maupun kerusakan dampak dari gempa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, gempa dengan intensitas II MMI dirasakan di wilayah pesisir selatan Malang.
Advertisement
"Sejauh ini nihil, tidak ada info kerusakan dampak gempa. Sebagian masyarakat di pesisir merasakan skala II MMI," kata Sadono, Kamis (11/09/2025).
Gempa skala intensitas II MMI berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Menurut Sadono hal itulah yang dirasakan di sebagian warga pesisir Malang.
"Sebagian masyarakat hanya berdiam di dalam bangunan saja," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Mamuri mengatakan gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi dalam lempeng Indo-Australia.
"Tidak berpotensi tsunami. Sejauh ini juga tak ada aktivitas gempa bumi susulan," katanya.
Dia menambahkan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kabupaten Malang dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu. Ada pula yang merasakan skala intensitas II MMI.
Sedangkan di daerah Trenggalek, Tulungagung dan Blitar terasa dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sejauh ini juga tak ada laporan kerusakan dampak gempa di Malang hari ini.