Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump menyampaikan duka mendalam atas tewasnya Charlie Kirk (31), tokoh konservatif sekaligus sekutu dekatnya, yang ditembak saat berpidato di Utah Valley University (UVU), Rabu (11/9/2025), sekitar pukul 12.10 waktu setempat.
Dalam video di platform media sosial Truth Social, Trump mengatakan dirinya dipenuhi kesedihan dan kemarahan atas pembunuhan keji Kirk.
Advertisement
"Charlie menginspirasi jutaan orang dan malam ini semua yang mengenalnya dan mencintainya bersatu dalam keterkejutan dan kengerian. Charlie adalah seorang patriot yang mendedikasikan hidupnya bagi perjuangan debat terbuka dan bagi negara yang dia cintai begitu dalam, Amerika Serikat (AS)," tutur Trump.
"Dia teladan bagi kebenaran dan kebebasan, serta tidak pernah ada sosok yang begitu dihormati oleh kaum muda. Charlie juga seorang pria dengan iman yang sangat mendalam. Kita terhibur dengan keyakinan bahwa dia kini berada dalam damai bersama Tuhan di surga. Saya berdoa agar Tuhan menjaga istri dan anak-anak Charlie dalam masa-masa duka dan penderitaan yang luar biasa ini. Ini adalah momen gelap bagi AS."
Lebih lanjut, Trump berjanji akan menindak tegas para pelaku dan pihak yang terlibat dalam aksi yang dia sebut sebagai bentuk "kekerasan politik".
"Kami akan menemukan setiap orang yang berkontribusi pada kekejian ini maupun pada kekerasan politik lainnya," tegasnya.
Menurut Trump, "Kekerasan politik dari sayap kiri radikal telah menyakiti terlalu banyak orang tidak berdosa."
Namun, sikap Trump menuai kritik. Lawan politiknya menilai retorika Trump yang kerap menyalahkan sayap kiri radikal justru memperdalam polarisasi dan bahkan berpotensi mendorong kekerasan terhadap pihak yang berseberangan dengannya.
Kedekatan Trump dan Kirk berakar pada kesamaan ideologi populis-konservatif yang mereka usung. Kirk dikenal sebagai sosok yang mempersonifikasikan konservatisme agresif ala Trump, terutama setelah dia mendirikan Turning Point USA pada 2012 untuk merangkul anak muda di kampus-kampus yang cenderung liberal. Organisasi itu berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam basis politik Partai Republik era Trump, menjadikan Kirk bukan sekadar pendukung, melainkan sekutu strategis yang membantu memperluas jangkauan politik Trump di kalangan generasi muda.
Kirk ditembak sekali di leher ketika sedang menyampaikan pidato dalam acara terbuka yang digelar Turning Point USA. Acara tersebut dihadiri lebih dari 3.000 orang, mayoritas mahasiswa, dan menjadi bagian dari upaya kelompok konservatif itu untuk menjangkau generasi muda di kampus-kampus yang cenderung liberal.
Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tewas tidak lama kemudian.
Tersangka Masih Buron
Tembakan tunggal itu memicu kepanikan massal. Para mahasiswa berhamburan keluar, sebagian menangis dan berteriak.
"Orang-orang spontan berdoa sambil panik, lalu berhamburan lari," kata Gavin, mahasiswa tahun pertama, kepada CBS News.
Seorang siswa SMA yang hadir di lokasi kejadian menggambarkan suasananya benar-benar kacau.
"Semua orang mulai menjerit, banyak yang menangis. Rasanya seperti mimpi buruk," ujarnya.
Saksi lain menyampaikan detik-detik tragis di panggung.
"Seperti air mancur darah keluar dari lehernya. Tubuhnya langsung limbung dan matanya terpejam," kata jurnalis Deseret News Emma Pitts.
Pitts menyoroti lemahnya pengamanan: tidak ada pemeriksaan tas atau barang bawaan peserta sebelum acara dimulai.
Istri dan anak-anak Kirk dilaporkan berada di tengah kerumunan ketika penembakan terjadi. Senator Oklahoma Markwayne Mullins membenarkan kehadiran keluarga itu.
Penyelidikan masih berlangsung. Pihak keamanan kampus sempat menahan seorang tersangka, namun dia dilepaskan setelah diperiksa. FBI juga sempat menangkap seorang terduga lain, namun kemudian membebaskannya. Hingga kini, aparat gabungan melakukan pencarian dari pintu ke pintu untuk menemukan pelaku penembakan yang sebenarnya.
Melansir BBC, CCTV merekam pelaku penembakan yang terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan kemungkinan melepaskan tembakan dari atap gedung di kampus.
Kampus Ditutup Sementara
Pihak UVU mengumumkan penutupan seluruh kampus hingga akhir pekan.
"UVU akan ditutup pada 11–14 September. Semua kelas, kegiatan, dan layanan administrasi ditangguhkan," demikian pernyataan resmi UVU.
Situs universitas kini menampilkan banner merah dengan peringatan penutupan, disertai pesan belasungkawa, "Atas nama komunitas UVU, kami terkejut dan berduka atas meninggalnya Charlie Kirk, tamu kampus kami. Hati kami bersama keluarganya."