Kemenag Tetapkan Enam Grup Kasidah Terbaik Tampil di STQH 2025 Kendari

Festival kasidah bukan sekadar lomba, melainkan sarana pelestarian seni budaya Islam Nusantara.

oleh Liputan6.comDiperbarui 10 September 2025, 17:29 WIB
Kementerian Agama menetapkan enam grup kasidah terbaik dari 32 provinsi dalam Festival Seni Budaya Islam 2025. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama menetapkan enam grup kasidah terbaik dari 32 provinsi dalam Festival Seni Budaya Islam 2025.

Mereka akan tampil pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 13–16 Oktober 2025.

Enam grup tersebut adalah Bismillah (Bali), El-Lazka (Jawa Barat), Hidayatul Insan (Kalimantan Tengah), Kabupaten Tangerang (Banten), MAN Satoe Voice (Jawa Timur), dan Syaf An-Nur (Sumatra Utara).

Penetapan dilakukan melalui seleksi berjenjang dari tingkat provinsi hingga nasional pada 4–8 September 2025.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Ahmad Zayadi, menegaskan festival kasidah bukan sekadar lomba, melainkan sarana pelestarian seni budaya Islam Nusantara.

“Kami ingin menghadirkan kasidah sebagai garda terdepan syiar Islam yang menyejukkan serta membangun harmoni,” ujarnya di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Ia menjelaskan, penilaian seleksi mencakup vokal, aransemen, penampilan, dan adab.

“Proses ini melibatkan koordinasi juri agar standar penilaian tetap objektif,” tegasnya. Zayadi menambahkan, festival ini menjadi ruang apresiasi sekaligus upaya mendidik generasi muda serta mendorong kolaborasi seniman.

 

Pentingnya Kolaborasi Lintas Generasi

Kepala Subdit Seni, Budaya, dan Siaran Keagamaan Islam, Wida Sukmawati, menyebut peserta dari 26 provinsi lainnya juga memberikan warna kompetisi dengan penampilan kasidah yang sarat pesan moral, spiritual, dan nilai kemanusiaan.

“Kami berharap setiap penampilan tidak hanya memukau dari segi seni, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat dalam menebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islami,” katanya.

Wida menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan perhatian pada adab penampilan agar pesan dakwah tersampaikan dengan baik. Ia berharap syiar kasidah terus menggema hingga level internasional.

Puncak Festival Seni Budaya Islam 2025 di Kendari akan mengusung tema Kasidah Kolaborasi, menghadirkan harmoni musik dan kreativitas yang dirancang untuk menarik minat generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z.

Infografis: Warisan Budaya Indonesia yang Sudah Diakui UNESCO

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya