Jejak Busana Sri Mulyani Selama Menjabat Jadi Menteri Keuangan, Dirancang Didiet Maulana

Sri Mulyani bahkan sudah mengenakan busana rancangan Didiet Maulana sebelum menjabat jadi Menteri Keuangan.

oleh Asnida RianiDiperbarui 10 September 2025, 20:30 WIB
Mantan Menkeu Sri Mulyani memakai busana rancangan desainer Didiet Maulana di acara peringatan HUT ke-80 RI. (dok. Instagram @didietmaulana/https://www.instagram.com/p/DOYJncLAD0_/)

Liputan6.com, Jakarta - Desainer Didiet Maulana merangkum busana rancangannya untuk Sri Mulyani saat perempuan berusia 63 tahun itu resmi melepas jabatan sebagai Menteri Keuangan (Menkeu). Karyanya telah menggenapi penampilan Sri sejak 12 tahun lalu.

"Dua belas tahun lalu, seorang perempuan yang menjadi Managing Director dan COO World Bank menelepon saya di kala beliau pertama kali fitting busana yang kami buat untuk acara APEC 2013," tulis Didiet mengawali keterangan unggahan Instagram-nya, Senin, 8 September 2025.

Pada 2018, founder IKAT Indonesia itu mempersembahkan kebaya biru tua dengan kombinasi kain batik motif ceplok sriwedari dari tahun 50-an untuk Sidang Tahunan MPR kala itu. "Kebaya ini terinspirasi dari kebaya lawas 1920 dengan bordir, dipadu batik Lasem dan selendang organdi yang Ibu Ani kenakan untuk upacara kemerdekaan tahun 2018 di Istana Merdeka," imbuhnya.

Tahun berikutnya, mantan Menteri Keuangan mengenakan kebaya rancangan sang desainer untuk Sidang Tahunan MPR 2019. "(Sri memakai) kebaya Hijau Nusantara dengan perpaduan brok antik, kain Lasem tulis, angkin lurik Yogyakarta, dan bros Semyok Solo."

Kebaya sampai Baju Kurung

Mantan Menkeu Sri Mulyani memakai busana rancangan desainer Didiet Maulana di acara peringatan HUT ke-80 RI. (dok. Instagram @didietmaulana/https://www.instagram.com/p/DOYJncLAD0_/)

Pada 2019, Sri Mulyani kembali mempercayakan penampilan untuk menghadiri HUT RI pada Didiet Maulana. Saat itu, ia mengenakan kebaya Kartini Nusa dengan brokat merah, dipadu kain kuno tirto tojo buketan dan selendang batik.

Sang desainer bahkan hadir di momen istrimewa keluarga Sri, yakni saat pernikahan anaknya. "Kebaya kartini untuk Ibu Ani dan beskap sikepan untuk Pak Tonny, wujud keanggunan Jawa di momen akad nikah anaknya," tulis Didiet. "Di resepsi, aku hadirkan kebaya kutubaru maroon untuk Ibu Ani dan beskap sikepan hitam dengan batik truntum sri kuncoro untuk Pak Tonny."

Tahun ini, Didiet dipercaya merancang busana untuk dua agenda penting Sri: Sidang Tahunan MPR dan HUT ke-80 RI. Di Sidang Tahunan MPR, mantan Menkeu berbaju kurung nila kecubung dengan selendang songket Jambi, dipadu kain hijau biduri pandan.

Busana Lainnya

Mantan Menkeu Sri Mulyani memakai busana rancangan desainer Didiet Maulana di resepsi pernikahan anaknya. (dok. Instagram @didietmaulana/https://www.instagram.com/p/DOYJncLAD0_/)

Kemudian, untuk HUT ke-80 RI, Sri mengenakan kebaya kartini kebaya kartini berwarna putih mutiara dipadu dengan kain batik tulis sido luhur bernuansa merah dan cokelat sogan. Di beberapa kesempatan lainnya, Didiet juga merancang seragam batik untuk Sri.

"Setiap detailnya selalu aku buat dengan penuh rasa bangga," ujar dia. Di keterangan unggahan, sang desainer tidak lupa mengucap terima kasih pada Sri.

"Terima kasih Bu Ani. Enjoy your new chapter ya bersama anak-anak dan cucu-cucu dan Pak Toni. Aku masih boleh main-main kan yaa ke rumah. I will miss you❤️," tandasnya.

Di acara serah jabatan, Selasa, 9 September 2025, lapor kanal Bisnis Liputan6.com, Sri mengatakan, merupakan suatu kehormatan dan keistimewaan baginya diberikan kepercayaan, tugas, serta kesempatan mengabdi dan berbakti untuk bangsa dan negara.

 

Sri Mulyani Pamit

Mantan Menkeu Sri Mulyani memakai busana rancangan desainer Didiet Maulana di acara Sidang Tahunan MPR 2025. (dok. Instagram @didietmaulana/https://www.instagram.com/p/DOYJncLAD0_/)

Sri Mulyani berujar, "Saya berterima kasih atas kepercayaan dan kehormatan tersebut," katanya di kesempatan yang sama. "Sudah cukup lama saya menjabat di posisi ini. Selalu dan terus membantu di dalam melaksanakan tugas mengelola keuangan negara dengan penuh dedikasi, dengan sepenuh hati."

"Tidak ada gading yang tidak rusak, tidak ada gading yang tidak retak, tidak ada manusia yang sempurna. Pasti dalam menjalankan amanah ada kekurangan, ada kekhilafan, dan untuk itu, saya dengan rendah hati memohon maaf. Saya pamit undur diri pagi hari ini," bunyi penggalan sambutannya.

Setelah lebih dari satu dekade terlibat langsung dalam urusan keuangan negara, ia memilih menata kembali kehidupannya di luar ruang publik. Dia menuturkan, setiap pejabat publik memiliki batas waktu dalam pengabdian untuk kemudian kembali pada kehidupan pribadi dan menghargai ruang keluarga.

Infografis Profil dan Rekam Jejak Sri Mulyani. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya