Teror di Kaki Gunung Halimun, Domba-Domba Mati dengan Leher Tercekik

Kepala Desa mengungkap adanya kejanggalan yang membuat bingung terkait kematian domba-domba milik warga dengan leher tercekik dan patah.

oleh Fira SyahrinDiperbarui 09 September 2025, 19:29 WIB
Teror menyerang ternak milik warga di kaki Gunung Halimun, tepatnya di Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. (Liputan6.com/ Fira Syahrin)

 

Liputan6.com, Sukabumi - Teror menyerang ternak milik warga di kaki Gunung Halimun, tepatnya di Desa Gunungmalang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, masih terus berlanjut. Jumlah domba yang dimangsa bertambah banyak, totalnya kini mencapai 25 ekor, dengan estimasi kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kepala Desa Gunungmalang, Ajang Rahmat, membenarkan bertambahnya ternak milik warga yang mati dengan leher terkoyak.

"Betul, sekarang jadi 25 domba. Hari ini ada serangan dua kali, cuma permasalahannya belum ada yang bisa memastikan apakah itu macan tutul atau hewan buas lainnya," ungkap Ajang dikonfirmasi, Selasa (9/9/2025).

Dugaan sementara, pelaku serangan mengarah pada macan tutul Jawa. Dugaan ini didasarkan pada jejak kaki yang ditemukan di lokasi serta ciri-ciri luka pada ternak. 

Menurut Ajang, ada kejanggalan yang membuat warga bingung. Biasanya, macan akan membawa atau memakan sebagian tubuh mangsanya.

"Ini cuma dicekik saja. Hanya ada satu yang lehernya dimakan, sebagian besar cuma dicekik, tulang leher patah, remuk," ujarnya. 

Kejanggalan lain adalah ditemukannya jejak kaki yang bervariasi, besar dan kecil. "Kemungkinan besar kalau memang macan, itu macan lagi beranak, jadi sama anaknya," tambah dia.

Menanggapi kejadian ini, pemerintah desa telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Camat Cikidang. 

Sebagai langkah antisipasi, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama karena posisi kandang domba berada di belakang rumah.

"Kita arahkan masyarakat untuk ronda malam dan mengevakuasi ternak. Misalkan ada 10 kandang, kita jadikan 5 supaya pengawasannya lebih efisien," ungkapnya.

 

Tindak Lanjut dari BBKSDA

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah VII Sukabumi juga turun tangan. Kepala BBKSDA Isep Mukti Miharja, mengatakan pihaknya bersama tim dari Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan dan Camat Cikidang akan meninjau lokasi. 

"Rencana tim KSDAE dan Pak Camat akan tinjau lokasi, Insya Allah besok," kata Isep saat dalam keterangannya, Selasa (9/9/2025).

Menurutnya, tim TNGHS juga sudah melakukan pengecekan awal, namun diperlukan pendalaman serta edukasi kepada masyarakat terkait wilayah tersebut yang merupakan habitat alami macan tutul Jawa, hewan yang dilindungi undang-undang.

Sebelumnya, pada Kamis (4/9/2025) dan Sabtu (6/9/2025), sebanyak 20 ekor domba juga ditemukan mati dengan ciri luka di bagian leher. Dengan tambahan korban terbaru, total domba yang mati kini mencapai 25 ekor dengan estimasi kerugian puluhan juta rupiah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya