IHSG Hari Ini 9 September 2025 Masih Anjlok 1%, Begini Kata Analis

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah pada perdagangan saham Selasa, (9/9/2025).

oleh Agustina MelaniDiperbarui 09 September 2025, 15:39 WIB
Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan pada sesi kedua perdagangan saham Selasa (9/9/2025). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke posisi 16.400.

Mengutip data RTI, Selasa, 9 September 2025 pukul 15.18 WIB, IHSG merosot 1,7% ke posisi 7.631. Indeks saham LQ45 merosot 1,7% ke posisi 770. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.791,33 dan level terendah 7.619,71. Sebanyak 508 saham melemah sehingga bebani IHSG. 189 saham menguat dan 107 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.115.597 kali dengan volume perdagangan 34,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.493.

Dari 11 sektor saham memerah, sektor saham industri dan consumer siklikal yang menguat. Sektor saham energi susut 1,3%, sektor saham basic melemah 0,98%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,63%.

Lalu sektor saham kesehatan merosot 0,34%, sektor saham keuangan merosot 1,88%, sektor saham properti terpangkas 1,48%, sektor saham teknologi susut 1,3% dan sektor saham infrastruktur tergelincir 1,8%.

 

Kata Analis

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG masih melemah dari sisi teknikal sesuai dengan prediksi. Sedangkan dari faktor sentimen, ia menilai respons pasar terhadap reshuffle kabinet pada Senin, 8 September 2025.

Selain itu saham emiten bank kapitalisasi besar atau big cap sebagai penggerak IHSG juga bergerak melemah sejak Senin kemarin.

"Investor juga cenderung mencermati akan kinerja dari para menteri baru nantinya," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Top Gainers-Losers

Pekerja melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/7/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham KDTN melonjak 34,19%
  • Saham LION melonjak 25%
  • Saham NRCA melonjak 25%
  • Saham UANG melonjak 24,71%
  • Saham FITT melonjak 20,65%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MSKY merosot 14,81%
  • Saham WOWS merosot 14,29%
  • Saham CBRE merosot 12,83%
  • Saham DEPO merosot 12,10%
  • Saham LAJU merosot 12,05%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 3,7 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 1,8 triliun
  • Saham ANTM senilai Rp 1,8 triliun
  • Saham BBRI senilai Rp 1,1 triliun
  • Saham MDKA senilai Rp 564 miliar

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBCA tercatat 153.852 kali
  • Saham BMRI tercatat 91.852 kali
  • Saham ANTM tercatat 86.312 kali
  • Saham BBRI tercatat 67.429 kali
  • Saham CBRE tercatat 61.715 kali

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya