Ngaku Minum Obat Pencegah Kerontokan, Pemain Ini Dihukum Usai Laga Lawan Manchester United

UEFA telah menskors seorang pemain yang bermain 90 menit di leg pertama semifinal Liga Europa yang mempertemukan Athletic Bilbao melawan Manchester United

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 09 September 2025, 14:00 WIB
Pemain Manchester United, Tyrell Malacia (kanan), berusaha mengganggu pergerakan pemain Aston Villa, Ollie Watkins, dalam pertandingan pekan ke-34 Liga Inggris 2022/2023 yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (30/4/2023). (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Badan Sepak Bola Eropa atau UEFA telah mengonfirmasi bahwa salah seorang pemain Athletic Bilbao akan menghadapi hukuman setelah dinyatakan positif menggunakan zat terlarang. Ini terjadi setelah pertandingan melawan Manchester United di leg pertama semifinal Liga Europa pada bulan Mei lalu.

MU dengan mudah mengalahkan lawan Basque mereka 3-0 di San Mames berkat gol pembuka Casemiro. Selanjutnya, kapten Bruno Fernandes mencetak dua gol pada pertandingan itu.

Setan Merah kemudian melengkapi kemenangan mereka di leg kedua dengan kemenangan 4-1 (agregat 7-1) di Old Trafford, dengan dua gol dari Mason Mount dan gol dari Rasmus Hojlund dan Casemiro yang membawa United ke final – juga di San Mames – di mana mereka kemudian kalah 0-1 dari Spurs.

Dan tepat setelah MU dan Athletic Bilbao telah sepenuhnya melupakan Liga Europa 2024/25, UEFA telah menskors seorang pemain yang bermain 90 menit di leg pertama semifinal.

UEFA telah melarang bek tengah Yeray Alvarez selama sepuluh bulan setelah pemain berusia 30 tahun itu gagal dalam tes doping pada 1 Mei, yang akan membuatnya tidak dapat bermain di pertandingan kompetitif hingga April 2026 – meskipun ia dapat kembali berlatih pada 2 Februari.


Zat yang Masuk Daftar Terlarang

Bek Manchester United asal Maroko Noussair Mazraoui (tengah) dan gelandang Manchester United asal Uruguay Manuel Ugarte (kanan) berebut bola di udara dengan bek Athletic Bilbao asal Spanyol Yerai Alvarez selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Europa UEFA antara Manchester United dan Athletic Club Bilbao di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, pada 8 Mei 2025.Oli SCARFF / AFP

Badan pengatur sepak bola Eropa mengatakan bahwa analisis sampel pemain dilakukan oleh laboratorium terakreditasi Badan Anti-Doping Dunia (WADA), yang menemukan keberadaan Canrenone, zat yang terdaftar dalam daftar terlarang.

Menurut The Athletic, zat tersebut bersifat diuretik, yang dapat digunakan sebagai agen penyamar. Zat ini juga dapat meningkatkan laju penurunan berat badan dan juga digunakan sebagai obat anti-jerawat.

“Pada tanggal 1 Mei 2025, pemain Athletic Club, Yeray Alvarez, menjalani pemeriksaan doping dalam kompetisi yang dilakukan oleh UEFA setelah pertandingan Liga Europa UEFA. Demikian pernyataan UEFA yang dirilis pada Senin, 8 September 2025.


Pemain Mendapat Hukuman 10 Bulan

Dua bersaudara, Inaki Williams dan Nico Williams menjadi pahlawan kemenangan Athletic Bilbao berkat gol yang mereka ciptakan pada akhir paruh pertama dan penghujung paruh kedua tambahan waktu. (AP Photo/Alvaro Barrientos)

Analisis sampel pemain oleh laboratorium terakreditasi WADA menunjukkan adanya Canrenone, zat yang dilarang di dalam dan di luar kompetisi dalam kategori S5. Diuretik dan Agen Penyamaran dalam Daftar Terlarang WADA 2025.

Lanjut Baca:

Pada tanggal 2 Juni 2025, pemain tersebut menerima skorsing sementara sukarela, yang berlaku sejak tanggal tersebut. "Pada rapat tanggal 19 Agustus 2025, badan disiplin UEFA yang relevan memutuskan untuk menskors pemain tersebut selama sepuluh (10) bulan, terhitung sejak tanggal skorsing sementara (yaitu 2 Juni 2025) dan berakhir pada 2 April 2026, karena melakukan pelanggaran aturan anti-doping yang tidak disengaja."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya