Ini Isi Surat Ibu yang Bunuh Diri Setelah Racuni Dua Anaknya

Seorang ibu di Kabupaten Bandung berinisial EN, meninggalkan surat wasiat sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Dia meluapkan isi hatinya perihal utang dan sikap suami.

oleh Yacob BillioctaDiperbarui 05 September 2025, 17:07 WIB
Ilustrasi Foto Bunuh Diri (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta Seorang ibu di Kabupaten Bandung berinisial EN, meninggalkan surat wasiat sebelum mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Dia meluapkan isi hatinya perihal utang dan sikap suami.

Sebelum bunuh diri, EN terlebih dahulu meracuni kedua anaknya. Usia buah hati yang pertama 9 tahun, kedua 11 bulan.

"Diduga bunuh diri, ditemukan juga surat wasiat," kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Hendra Rochmawan, Jumat (05/09/2025).

EN gantung diri di tiang pintu. Sementara dua anaknya tergeletak di dalam rumah.

Ini Isi Surat Wasiat

Mama, bapak, ibu, teteh, aa, semuanya maafkan saya, maafkan saya melakukan hal ini.

Saya sudah lelah lahir batin, saya sudah tidak kuat menjalani hidup seperti ini. Saya lelah hidup terhimpit utang yang tidak ada habisnya, malah semakin lama semakin bertambah. Sementara saya sendiri tidak tahu utang ke siapa saja, berapa jumlahnya, atau dari mana asalnya.

Saya lelah punya suami yang hanya besar omongan dan penuh kebohongan, tidak ada kesadarannya. Saya lelah terus disakiti, padahal orang lain sudah mengucilkan, banyak yang membicarakan, banyak yang merasa jijik, sementara saya sendiri merasa tidak salah.

Punya suami malah semakin banyak bohong dan utang, capek. Saya pikir kalau saya dan anak sudah mati, mungkin dia baru sadar. Kalau pun tidak sadar ya biarlah, yang penting tidak menyengsarakan anak saya.

Saya malu dan kasihan terus merepotkan kakak dan orang tua. Kalau saya sudah tidak ada, setidaknya tidak akan terus merepotkan.

Maafkan saya karena tidak bisa membalas budi kepada orang tua dan kakak-kakak.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya