Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini, beredar rumor di komunitas kripto bahwa harga token SUI akan melonjak drastis hingga USD 10. Rumor ini muncul setelah adanya spekulasi tentang sebuah perusahaan yang terdaftar di Nasdaq bernama "SUI Group" yang kabarnya telah membeli 20 juta token SUI dalam jumlah besar.
Namun, laporan ini tidak berdasar. Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (5/9/2025), hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait, seperti Sui Foundation atau para eksekutifnya.
Advertisement
Para pendiri kunci, termasuk Evan Cheng dan Sam Blackshear, juga tidak memberikan pernyataan atau pengakuan apa pun tentang pembelian besar-besaran ini di saluran resmi mereka.
Data pasar saat ini menunjukkan bahwa harga token SUI berada di kisaran USD 3,30 hingga USD 3,40, tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan akibat pembelian institusional. Selain itu, tidak ada tanda-tanda keterlibatan institusi besar, seperti perusahaan yang terdaftar di Nasdaq, dalam ekosistem SUI.
Analisis dari pihak lain juga menunjukkan bahwa rumor ini tidak akurat. Meskipun ekosistem SUI memiliki total nilai terkunci (TVL) yang stabil di atas USD 2 miliar, hal itu tidak secara langsung didorong oleh pembelian institusi. Dengan kata lain, pergerakan harga SUI saat ini tidak dipengaruhi oleh rumor tersebut.
Sebagai informasi, Evan Cheng, CEO Mysten Labs, pernah menyatakan kebanggaannya terhadap kemajuan SUI, yang telah mencapai TVL lebih dari USD 2 miliar dengan kinerja 297 ribu transaksi per detik (TPS). Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus utama tim SUI adalah pada pengembangan teknologi, bukan pada rumor pasar.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Miliarder Ray Dalio Akui Kripto: Pilihan di Tengah Inflasi
Sebelumnya, Ray Dalio, seorang investor terkenal dan pendiri Bridgewater Associates, menyebut kripto sebagai "mata uang alternatif" dan mengakui nilai uniknya. Kripto seperti Bitcoin sangat menarik karena pasokannya terbatas. Saat ini pasokan Bitcoin hanya 21 juta koin.
Berbeda dengan mata uang biasa seperti dolar AS yang bisa dicetak tanpa batas oleh bank sentral.
Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (4/9/2025), Dalio berpendapat bahwa kelangkaan ini membuat kripto menjadi pilihan yang bagus saat mata uang tradisional mulai kehilangan nilainya, terutama di saat inflasi tinggi.
Pasokan yang terbatas adalah alasan utama mengapa nilai kripto bertahan. Ketika bank-bank sentral terus mencetak uang untuk mendorong ekonomi, muncul kekhawatiran tentang inflasi dan mata uang yang nilainya menurun.
Dalio melihat aset dengan pasokan terbatas seperti kripto sebagai pilihan yang lebih aman dalam situasi seperti itu.
Pandangan ini bukan cuma teori. Di negara-negara yang mengalami masalah ekonomi atau inflasi parah, banyak orang sudah menggunakan kripto sebagai cara untuk menyimpan uang atau bahkan untuk bertransaksi sehari-hari.
Kekuatan Kripto di Tengah Melemahnya Dolar AS
Dalio juga menyoroti bahwa jika permintaan terhadap dolar AS menurun—misalnya karena perubahan politik global atau orang sudah tidak percaya lagi pada sistem keuangan lama—orang akan mencari alternatif.
Kripto, yang bisa digunakan di seluruh dunia, transparan, dan tahan terhadap campur tangan pemerintah, menjadi pilihan yang masuk akal.
Meskipun sebelumnya Dalio punya pendapat yang berbeda tentang Bitcoin, komentarnya kali ini menunjukkan bahwa ia semakin menerima peran kripto di dunia keuangan.
Saat kepercayaan pada sistem keuangan tradisional mulai berkurang, argumen bahwa kripto adalah mata uang alternatif yang kuat menjadi semakin nyata.