16 Emiten Baru Ramaikan Pasar Modal Indonesia

OJK mencatat penghimpunan dana di pasar modal masih menunjukkan pertumbuhan. Tercatat nilai penawaran umum naik Rp 18 triliun.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 04 September 2025, 15:00 WIB
Layar sekuritas menunjukkan data-data saat kompetisi Trading Challenge 2017 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (7/12). Kompetisi Trading Challenge 2017 ini sebagai sarana untuk menciptakan investor pasar modal berkualitas. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aktivitas penghimpunan dana di pasar modal Indonesia sepanjang Agustus 2025 terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, nilai penawaran umum mencapai Rp 167,92 triliun. Angka tersebut naik Rp 18 triliun dibandingkan posisi pada Juli 2025.

"Penghimpunan dana di pasar modal juga masih menunjukkan pertumbuhan. Tercatat nilai penawaran umum mencapai Rp 167,92 triliun, naik sebesar Rp 18 triliun dari posisi bulan lalu," kata Inarno dalam konferensi pers RDKB Agustus 2025, Kamis (4/9/2025).

Dia menilai, kenaikan ini menandakan semakin kuatnya minat korporasi untuk mencari pendanaan melalui bursa. Di tengah kondisi global yang penuh tantangan, pasar modal Indonesia tetap menjadi alternatif yang solid dan efisien untuk mendukung kebutuhan modal perusahaan.

Ia menyebutkan bahwa iklim positif pasar modal tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga memperluas akses pendanaan bagi emiten.

 

 

Kinerja IHSG Agustus 2025

Sebuah layar tentang tabel saham dipajang saat Festival Pasar Modal Syariah 2016, Jakarta, Kamis (31/3). Pertumbuhan pangsa pasar saham syariah lebih dominan dibandingkan dengan nonsyariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tren ini sejalan dengan penguatan IHSG dan meningkatnya aktivitas transaksi, yang semakin memperkokoh posisi pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.

"Indeks harga saham gabungan pada akhir Agustus 2025 berada pada level 7.830 atau menguat 4,63% secara month-to-date atau menguat 10,60% dibandingkan posisi akhir tahun lalu dengan nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp 14.182 triliun," ujarnya.

16 Emiten Baru Ramaikan Bursa

Sampai dengan Agustus 2025, tercatat sebanyak 16 emiten baru resmi melantai di bursa dengan total penghimpunan dana Rp 8,49 triliun. Kehadiran emiten baru ini semakin memperkaya pilihan investasi di pasar saham Indonesia, baik bagi investor domestik maupun asing.

"Sampai dengan bulan Agustus ini terdapat 16 emiten baru yang melakukan fundraising dengan nilai Rp 8,49 triliun," ujarnya.

Jumlah ini menunjukkan antusiasme perusahaan untuk memanfaatkan momentum positif pasar modal. Masuknya emiten baru memberikan variasi sektor dan prospek yang semakin beragam, yang pada gilirannya mampu menarik minat investor lebih luas.

 

Pendanaan SCF

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Selain dari emiten besar, perkembangan pendanaan juga terlihat di sektor Securities Crowdfunding (SCF). Pada Agustus 2025, terdapat 23 efek baru yang diterbitkan melalui SCF dan 7 penerbit baru yang ikut meramaikan ekosistem. Hingga saat ini, total penerbit efek SCF tercatat mencapai 541 penerbit.

"Untuk pengalangan dana pada SCF atau Securities Crowdfunding, selama bulan Agustus terdapat 23 efek baru dan terdapat 7 penerbit baru sehingga total penerbit efek SCF saat ini berjumlah 541 penerbit," ujarnya.

SCF menjadi salah satu instrumen penting bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mengakses modal tanpa harus masuk ke bursa konvensional.

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Mayoritas dari Emiten Skala Menengah

Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat terdapat tujuh perusahaan yang tengah berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) hingga 29 Agustus 2025. Kehadiran calon emiten ini menjadi sinyal positif minat perusahaan untuk menghimpun dana melalui pasar modal tetap tinggi di tengah dinamika ekonomi.

Berdasarkan data BEI, dari tujuh perusahaan tersebut, empat masuk kategori perusahaan dengan aset skala menengah, yakni memiliki aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Sementara tiga lainnya berasal dari kategori perusahaan aset besar dengan nilai di atas Rp 250 miliar. Tidak ada calon emiten yang tercatat berasal dari skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

Dari sisi sektor, terdapat satu perusahaan dari sektor basic materials, satu dari consumer non-cyclicals, satu dari sektor financials, dua dari sektor industrials, satu dari teknologi, dan satu dari sektor transportation & logistic.

Sepanjang tahun berjalan hingga akhir Agustus 2025, BEI telah mencatat 22 perusahaan baru yang resmi melantai di bursa. Total dana yang berhasil dihimpun dari aksi IPO tersebut mencapai Rp 10,39 triliun. Kehadiran tujuh perusahaan tambahan dalam pipeline diperkirakan dapat memperkuat kapitalisasi pasar sekaligus menambah diversifikasi sektor di bursa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya